Peringatan Dini Cuaca di Kepulauan Nias: Warga Diminta Waspada Hujan Lebat dan Potensi Hidrometeorologi

Redaksi

- Editor

Sabtu, 8 November 2025 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com,Nias-Pemerintah melalui BMKG Stasiun Meteorologi Binaka Gunungsitoli mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kepulauan Nias. Peringatan ini menyoroti potensi hujan ringan hingga lebat dalam beberapa hari ke depan yang dapat memicu banjir dan longsor, khususnya di kecamatan-kecamatan pesisir dan dataran rendah.

Dalam keterangan tertulis, Kepala Stasiun Meteorologi Binaka menyebut bahwa pada Minggu pagi telah tercatat curah hujan mencapai 78,5 milimeter, dengan sebaran awan anomali menunjukkan suhu puncak awan hingga –75 °C yang mengindikasikan potensi hujan sedang hingga lebat.

Analisis BMKG mengungkap bahwa fenomena atmosfir seperti MJO (Madden–Julian Oscillation) fase 3 yang melintas wilayah barat Indonesia, serta indeks IOD negatif di Samudera Hindia timur turut memperkuat kondisi peningkatan curah hujan di Kepulauan Nias. Ditambah lagi terdapat pusat tekanan rendah yang bergerak dari barat daya Pulau Nias dengan kecepatan angin hingga 64 km/jam.

Dengan kondisi tersebut, BMKG meminta masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hidrometeorologi – seperti banjir segera, tanah longsor, dan kenaikan debit sungai atau aliran air permukaan. Warga diimbau memantau informasi cuaca secara rutin, mengamankan barang-berharga ke lokasi lebih tinggi, serta menghindari aktivitas di daerah rawan saat hujan lebat.

. Untuk sektor maritim, BMKG juga memperingatkan gelombang tinggi dan angin kencang di perairan sekitar Kepulauan Nias, termasuk Perairan Samudra Hindia barat Kep. Nias, yang berpotensi mengganggu pelayaran nelayan dan transportasi laut umum. Warga dan pengguna laut diimbau mematuhi arahan otoritas setempat dan menunda perjalanan bila kondisi dianggap berisiko. (KR03)

 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

EVOS GOPAY Watch Party Berlanjut di Solo, Dorong Tren Esports Berbasis Komunitas di Kota-Kota Non-Metropolitan
Tiga Dosen dari Pematangsiantar Masuk Daftar 5% Ilmuwan Terbaik Dunia 2025
BRI Region 6 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 3 untuk Perkuat Profesionalisme Kerja
DPP IKM Laporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri
Bersama Meutya Hafid, Gerakan ‘GASS POL Tolak Judol’ Menggema di Medan
Bangun Jembatan Gantung Parapat, Koramil 09/Sosa Wujudkan Akses Ekonomi yang Lebih Layak
Anggota DPRD Sumut Derliana Siregar Sosialisasikan Ranperda Pertanian Organik di Hutapuli, Petani Didorong Siap Beralih Sistem
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:55 WIB

EVOS GOPAY Watch Party Berlanjut di Solo, Dorong Tren Esports Berbasis Komunitas di Kota-Kota Non-Metropolitan

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:35 WIB

Tiga Dosen dari Pematangsiantar Masuk Daftar 5% Ilmuwan Terbaik Dunia 2025

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:21 WIB

BRI Region 6 Gelar Onboarding Pekerja Tahap 3 untuk Perkuat Profesionalisme Kerja

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:14 WIB

DPP IKM Laporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:10 WIB

Bersama Meutya Hafid, Gerakan ‘GASS POL Tolak Judol’ Menggema di Medan

Berita Terbaru

Mandailing natal

Bupati Madina Salurkan 62 Ribu Paket Bantuan BPN dan Bulog

Kamis, 4 Jun 2026 - 18:20 WIB