Banjir Bandang & Longsor di Bali dan NTT: 15

Redaksi

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fhoto kejadian Bpbd Daerah

KompasReal.comJakarta
Banjir bandang disertai longsor yang melanda wilayah Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal September 2025 menyebabkan sedikitnya 15 orang tewas dan sekitar 10 orang lainnya masih dinyatakan hilang, menurut pernyataan resmi.

Puing-puing rumah, kendaraan yang hanyut dan air setinggi hingga 2,5 meter dilaporkan di beberapa wilayah, termasuk di desa Mauponggo dan Loka Laba di Kabupaten Nagekeo, NTT. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, “Torrential rains beginning Monday caused flooding and landslides … drowning houses and sweeping away villagers and vehicles.”

Di Bali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat lebih dari 112 lingkungan banjir dengan sungai yang meluap, serta tanah longsor di 18 titik wilayah Kabupaten/Kota Karangasem, Gianyar dan Badung. Kepala Basarnas Bali, Nyoman Sidakarya, menyampaikan, “There have been landslides in 18 neighbourhoods … and swept through at least 15 shops and houses and damaged several roads and bridges.”

Sementara itu, Kepala BPBD Nagekeo, Agustinus Pone, menyebut medan yang curam dan cuaca buruk membuat proses pencarian korban terhambat. Ia berkata: “The severe weather and rugged terrain hampered rescue efforts.”

Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat dan mengevakuasi ratusan warga ke tempat penampungan sementara. Gubernur Bali, Wayan Koster, menambahkan bahwa kerugian material juga signifikan: “This disaster also caused material losses for traders and tourism businesses.”

Proses pemulihan kini difokuskan pada pembersihan puing, pemulihan infrastruktur kritis seperti jembatan dan jalan utama, serta pendampingan bagi warga yang terdampak. BNPB memperingatkan agar masyarakat tetap waspada karena curah hujan ekstrem masih berpotensi terjadi di musim hujan mendatang.Redaksi KompasReal.com

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tinjau Langsung Penanganan Bencana di Tapanuli Tengah (Tapteng)

 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berbagi Kebaikan Lewat Tempe: Langkah Kecil Satgas Yonif 123/Rjw Pererat Persaudaraan di Asmat
Wajah Sumringah Maikel May: Rumah Tak Layak Huni Kini Beratap Seng, Hasil Kerja Nyata Satgas TMMD Ke-128 Manokwari
Koleksi Almira ADS Bersinar di Catwalk Persit: Perpaduan Modern & Wastra Nusantara Jadi Magnet Penjualan
Padukan Tenun dan Modern, Almira ADS di Booth 18 Curi Perhatian di PERSIT BISA Vol. II
Hadir Sebagai Guru Pengganti, Satgas Yonif 410/ALG Semangati Generasi Muda di Aroba
Jelang HUT ke-80 Persit, Kasad Terima Ketum dan Kader Berprestasi di Mabesad
Komisi Reformasi Polri Serahkan 10 Buku Laporan ke Presiden, Ini Poin Pentingnya
TNI Hadir Memberikan Rasa Aman Terhadap Saudara Diujunh Timur Indonesia
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:42 WIB

Berbagi Kebaikan Lewat Tempe: Langkah Kecil Satgas Yonif 123/Rjw Pererat Persaudaraan di Asmat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:36 WIB

Wajah Sumringah Maikel May: Rumah Tak Layak Huni Kini Beratap Seng, Hasil Kerja Nyata Satgas TMMD Ke-128 Manokwari

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:31 WIB

Koleksi Almira ADS Bersinar di Catwalk Persit: Perpaduan Modern & Wastra Nusantara Jadi Magnet Penjualan

Jumat, 8 Mei 2026 - 02:25 WIB

Padukan Tenun dan Modern, Almira ADS di Booth 18 Curi Perhatian di PERSIT BISA Vol. II

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:18 WIB

Hadir Sebagai Guru Pengganti, Satgas Yonif 410/ALG Semangati Generasi Muda di Aroba

Berita Terbaru