Ancaman Narkoba Rusak Generasi, Ketua DPRD Madina Dorong Hukuman Mati bagi Bandar dan Pengedar

Redaksi

- Editor

Minggu, 12 April 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal – Maraknya peredaran narkotika seperti sabu dan ganja di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai telah menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Kondisi ini mendorong Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, untuk mengusulkan langkah tegas berupa hukuman mati bagi bandar dan pengedar narkoba.

 

Politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya tersebut menilai peredaran narkoba tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.

 

“Bandar dan pengedar narkoba yang nyata merusak generasi, sebaiknya dihukum mati. Jangan sampai alasan HAM justru membuat dampak buruknya terabaikan,” tegas Erwin, Minggu (12/4/2026).

 

Ia menyebut, persoalan narkoba di Indonesia, termasuk di Madina, tidak lepas dari lemahnya sistem serta mentalitas oknum tertentu. Di sejumlah wilayah seperti Panyabungan Timur, peredaran ganja bahkan kerap ditemukan dan menjadi fenomena yang mengkhawatirkan.

 

Menurutnya, faktor ekonomi menjadi salah satu pemicu utama. Keterbatasan lapangan kerja membuat sebagian masyarakat memilih jalan instan, seperti menanam ganja, karena dianggap lebih cepat menghasilkan dibandingkan usaha legal lainnya.

 

“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga pola pikir yang ingin serba cepat. Padahal pemerintah sudah menawarkan alternatif seperti sektor perkebunan, meski hasilnya tidak instan,” ujarnya.

 

Erwin menilai, penerapan hukuman mati dapat memberikan efek jera yang kuat bagi pelaku kejahatan narkotika. Ia berharap usulan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat dan aparat penegak hukum.

 

“Selama ini penegakan hukum terasa belum maksimal. Jika kita benar-benar memikirkan masa depan generasi, langkah tegas seperti hukuman mati perlu dipertimbangkan,” tambahnya.

 

Selain penindakan hukum, ia juga menekankan pentingnya solusi jangka panjang melalui pembukaan lapangan kerja dan edukasi masyarakat. Menurutnya, kejahatan kerap muncul karena adanya kesempatan di tengah keterbatasan ekonomi.

Baca Juga :  Pemkab Madina Perkuat Literasi Keuangan ASN Lewat Edukasi Pasar Modal

 

“Jika peluang kerja tersedia dan menjanjikan, ruang untuk melakukan kejahatan akan semakin kecil. Semua pihak harus bersinergi agar narkoba bisa diberantas dari Madina,” pungkasnya. (KR11/ISK).

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Madina Gelar Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Wabup Madina Sebut Olahraga Sepak Bola Bisa Jadi Benteng Narkoba
Bupati Madina Motivasi Santri Darul Ikhlas Lulusan 2026
Bupati Madina Lepas Pawai Takbir Keliling, Ajak Warga Maknai Idul Adha
Bupati Madina Sembelih Kurban Bantuan Pemerintah Pusat
Pisah Sambut Camat Siabu Penuh Kekeluargaan, Ahmad Fadhlan Lubis Tegaskan Pentingnya Dukungan Pers dan Pemerintah
Camat Siabu Hadiri Penyembelihan Kurban Korwasis Madina, PT SMM Salurkan Bantuan 1 Ekor Sapi
Iptu AJ. Nasution: Camat Lama Siabu Tinggalkan Jejak Kebersamaan dan Sinergi yang Kuat
Berita ini 17 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 17:19 WIB

Pemkab Madina Gelar Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 09:58 WIB

Wabup Madina Sebut Olahraga Sepak Bola Bisa Jadi Benteng Narkoba

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:31 WIB

Bupati Madina Motivasi Santri Darul Ikhlas Lulusan 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:42 WIB

Bupati Madina Lepas Pawai Takbir Keliling, Ajak Warga Maknai Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:40 WIB

Bupati Madina Sembelih Kurban Bantuan Pemerintah Pusat

Berita Terbaru