APH Bungkam, PETI Panabari Hidup Lagi. Terduga Pelaku ZNT Terus Beroperasi 

Redaksi

- Editor

Senin, 13 Juli 2026 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Operasi penertiban beberapa bulan lalu seolah hanya “pemanis”. Kini puluhan alat berat ekskavator/beco kembali meraung di kawasan perbatasan kabupaten Mandailing Natal (Madina) – Tapanuli Selatan (Tapsel) provinsi Sumatra Utara (Sumut), tepatnya Desa/Kelurahan Panabari, Kec. Tano Tombangan.

 

Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dulu digerebek Polda Sumut dan belasan unit diamankan, kini hidup lagi. Bahkan cakupannya meluas.

 

Penangkapan itu terkesan seremonial saja. Warga menyebut penindakan sebelumnya tidak memberi efek jera.

 

“Penangkapan itu sebatas seremonial. Beberapa minggu kemudian aktivitas jalan lagi. Aparat yang dulu garang sekarang bungkam dan tutup mata,” kata salah satu sumber warga, Senin, (13/07/2026).

 

Informasi terhimpun, puluhan alat berat bebas beroperasi siang-malam. Jalan tambang baru terus dibuka. Solar dan logistik masuk tanpa hambatan.

 

Diduga Ada ‘pelaku bernisial ZNT yang memiliki beberapa alat berat bebas beroperasi di hutan Panabari.

 

Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi via WhatsApp ke ZNT tidak mendapat jawaban. Pertanyaan seputar kepemilikan lahan, keterlibatan pihak lain, setoran, jalur penjualan emas, hingga dugaan keterlibatan APH/ormas juga tak dijawab. ZNT hanya WhatsApp “hati-hati menulis Berita, dan dia mengajak minum bersama di Panabari”.

 

Hal sama terjadi saat tim media konfirmasi ke Kades/Lurah Panabari dan Kapolsek Batang Angkola, keduanya bungkam.

 

“Himbauan dilarang PETI hanya seremonial. Saya kesal dengan oknum-oknum tidak bertanggung jawab” lanjut sumber tadi.

 

APH Wajib Bertindak. Warga Madina-Tapsel kini bertanya: kemana penegak hukum? Kenapa PETI Kotanopan bisa ditindak cepat, sementara di Panabari dibiarkan beroperasi?

 

Dugaan “upeti” dan “setoran” menguat karena tidak adanya tindakan tegas meski lokasi sudah pernah digerebek.

Baca Juga :  Haru Pisah Sambut Camat Siabu, Sudrajad Putra Batubara Titip Pesan Kebersamaan untuk Kecamatan yang Dicintainya

 

 

Warga mendesak APH jangan tutup mata. Usut tuntas siapa pembackup, siapa penadah, dan dari mana solar alat berat itu berasal. Hukum harus sama.

Penulis : Kr11

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akselerasi Konektivitas Udara: Bupati Madina Sambut Audiensi Strategis Lion Air Group
Forkopimda Madina Sepakat Perpanjang Masa Transisi Sampai Januari 2027
Progres Pembangunan Jembatan Aek Batahan Capai 57 Persen
Jalan Bukit Mas – Kubangan Tompek 3,5 KM Selesai, Pemkab Madina dan PT GPL Timbun Jalan Rusak di KM 2 Simpang Durian
Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel Madina Kembali Beroperasi, Korwasis Desak Penegakan Hukum Transparan
Curanmor Kembali Terjadi di Panyabungan, Motor Warga Mompang Julu Raib di Simpang Empat Pasar Hilir
Kajari Madina Dukung Sosialisasi Korwasis, Tegaskan Komitmen Cegah Peredaran Gelap Narkotika
Diduga Lakukan Pelecehan Seksual pada Anak, Pengemis di Madina Diamankan Usai Jadi Sasaran Amuk Massa
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:27 WIB

Akselerasi Konektivitas Udara: Bupati Madina Sambut Audiensi Strategis Lion Air Group

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:24 WIB

Forkopimda Madina Sepakat Perpanjang Masa Transisi Sampai Januari 2027

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:50 WIB

Progres Pembangunan Jembatan Aek Batahan Capai 57 Persen

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:47 WIB

Jalan Bukit Mas – Kubangan Tompek 3,5 KM Selesai, Pemkab Madina dan PT GPL Timbun Jalan Rusak di KM 2 Simpang Durian

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:32 WIB

Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel Madina Kembali Beroperasi, Korwasis Desak Penegakan Hukum Transparan

Berita Terbaru

Mandailing natal

Forkopimda Madina Sepakat Perpanjang Masa Transisi Sampai Januari 2027

Kamis, 16 Jul 2026 - 20:24 WIB