Aturan Baru Kartu Kuning Piala Dunia FIFA 2026 Direset Dua Kali, Strategi Tim Berubah

Redaksi

- Editor

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Perhelatan Piala Dunia FIFA 2026 dipastikan menghadirkan perubahan penting dalam regulasi pertandingan, khususnya terkait akumulasi kartu kuning. Badan sepak bola dunia FIFA menetapkan bahwa sistem penghapusan kartu kuning akan dilakukan sebanyak dua kali selama turnamen berlangsung.

Aturan ini berbeda dari edisi sebelumnya, di mana penghapusan kartu kuning hanya dilakukan satu kali menjelang babak semifinal. Pada edisi 2026, reset pertama akan dilakukan setelah fase grup, sementara reset kedua diberlakukan sebelum semifinal, sehingga pemain memiliki peluang lebih besar tampil di laga krusial tanpa ancaman akumulasi kartu.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga kualitas pertandingan, terutama pada fase gugur. Dengan adanya dua kali penghapusan kartu, pemain inti tidak akan terlalu terbebani risiko absen akibat akumulasi kartu kuning, sehingga pertandingan penting tetap menampilkan kekuatan penuh dari masing-masing tim.

Namun demikian, sejumlah pengamat menilai aturan ini juga bisa berdampak pada meningkatnya intensitas permainan keras di lapangan. Tanpa tekanan akumulasi kartu yang berkelanjutan, beberapa pemain berpotensi bermain lebih agresif, yang bisa meningkatkan risiko pelanggaran dan konflik antar pemain.

Meski menuai pro dan kontra, keputusan FIFA ini diharapkan mampu menciptakan turnamen yang lebih kompetitif dan menarik. Piala Dunia FIFA 2026 sendiri akan menjadi edisi bersejarah dengan 48 negara peserta dan digelar di tiga negara, menjadikannya salah satu ajang olahraga terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaksa Mahkamah Pidana Internasional Diskors karena Dugaan Pelanggaran Etik
Gempa Dahsyat 7,8 Magnitudo Guncang Filipina, Korban Jiwa dan Kerusakan Terus Bertambah
500 Musisi Angklung Indonesia Jadi Sorotan Dunia, Festival Budaya Internasional Viral
Hukum dan Kriminal Internasional Jadi Sorotan Dunia, Konflik hingga Kejahatan Siber Transnasional Meningkat
Afrika Bergejolak! Konflik Politik dan Ekonomi Picu Sorotan Dunia Internasional
Kesederhanaan Seorang Presiden di Tanah Suci, Pesan Mendalam dari Alassane Ouattara
Ohtani Kembali Bikin Jepang Heboh, Aksi Heroiknya di WBC 2026 Viral Dunia
Muslim India Keluhkan Pembatasan Idul Adha, Suasana Perayaan Disebut Mencekam
Berita ini 30 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:04 WIB

Jaksa Mahkamah Pidana Internasional Diskors karena Dugaan Pelanggaran Etik

Senin, 8 Juni 2026 - 15:49 WIB

Gempa Dahsyat 7,8 Magnitudo Guncang Filipina, Korban Jiwa dan Kerusakan Terus Bertambah

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:58 WIB

500 Musisi Angklung Indonesia Jadi Sorotan Dunia, Festival Budaya Internasional Viral

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:30 WIB

Hukum dan Kriminal Internasional Jadi Sorotan Dunia, Konflik hingga Kejahatan Siber Transnasional Meningkat

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:45 WIB

Afrika Bergejolak! Konflik Politik dan Ekonomi Picu Sorotan Dunia Internasional

Berita Terbaru