Australia Tekan Otoritas Laos Soal Kematian Keracunan Metanol

Redaksi

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Pemerintah Australia secara resmi memanggil Duta Besar Laos di Canberra dan menyampaikan protes keras terkait penanganan kasus kematian enam turis — termasuk dua remaja asal Melbourne — akibat keracunan metanol saat berlibur di Vang Vieng, Laos pada November 2024. Tindakan diplomatik ini dilakukan di tengah kritik keluarga korban terhadap respons Laos dan pemerintah Australia sendiri.

Dua remaja perempuan Australia, Holly Morton-Bowles dan Bianca Jones, keduanya berusia 19 tahun, meninggal setelah mengonsumsi koktail yang terkontaminasi metanol di kawasan wisata populer tersebut, menyebabkan lima turis asing lainnya juga meninggal dunia.

Keluarga korban mengkritik kurangnya komunikasi dan transparansi dari pihak Laos serta Australia, menyatakan bahwa mereka tidak diberi informasi memadai tentang perkembangan penyelidikan dan proses peradilan di Laos, bahkan mengetahui beberapa keputusan pengadilan melalui keluarga korban dari negara lain.

Pengadilan di Vang Vieng menjatuhi hukuman ringan kepada 10 staf hostel yang terlibat, memberi denda sekitar USD 185 dan hukuman percobaan karena merusak barang bukti, meski tidak ada tuduhan langsung atas kematian para turis. Hukuman ini memicu kemarahan publik dan keluarga korban karena dinilai tidak setimpal dengan tragedi yang terjadi.

Pemerintah federal Australia — termasuk Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Penny Wong — menegaskan mereka mendesak Laos untuk memberikan pertanggungjawaban penuh dan penyelidikan yang transparan atas tragedi itu, sambil juga berjanji untuk mendukung keluarga korban dalam mencari keadilan.

SBS

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Sumber Berita: Sbs news

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —
Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 
Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik
Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi
Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik
Trump Tertekan, Iran Unggul di Perang Politik
Mehdi Taremi Siap Tinggalkan Olympiacos, Kembali ke Iran Demi Membela Negara
Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serangan Terhadap Rudal Iran
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:27 WIB

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —

Senin, 9 Maret 2026 - 00:52 WIB

Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:25 WIB

Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:29 WIB

Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:00 WIB

Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB