Bencana di Tapsel: Riski Rambe Desak Kajian Hulu-Hilir, Stop Salahkan Hilir

Redaksi

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Tapanuli Selatan – Riski Abadi Rambe, Ketua NNB Tapsel, menyampaikan duka mendalam atas bencana hidrometeorologi yang melanda Tabagsel. Banjir bandang dan longsor telah menyebabkan dampak yang sangat besar.

Data update BPBD Provinsi, Rabu (26/11/ 2025), sebanyak 13 korban meninggal dunia, 37 luka-luka, 3 hilang, 3000 KK mengungsi, dan 12 ribu rumah rusak.

Riski mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memberikan bantuan moril dan materi bagi para korban. Namun, ia menyayangkan adanya oknum NGO yang justru memanfaatkan situasi ini untuk menyoroti DAS Batang Toru dan menyalahkan PT. Agincourt Resources.

“Ini menimbulkan tanda tanya besar. Apakah tujuan mereka adalah menggiring opini publik untuk menyalahkan perusahaan tambang emas Batang Toru?” tanya Riski. Ia menekankan bahwa banyak karyawan perusahaan tersebut juga menjadi korban bencana.

Riski menegaskan pentingnya mengkaji bencana ini dari hulu ke hilir. PT. Agincourt Resources berada di hilir, sementara di hulu masih ada perusahaan lain yang perlu dievaluasi dampak lingkungannya, termasuk praktik ilegal logging.

“Kawasan Ekosistem Batang Toru berasal dari Tapanuli Utara, di mana ada Toba Pulp Lestari (TPL) dan PLTA Batang Toru. Banjir bandang membawa puing-puing kayu yang terlihat di PLTA Batang Toru, Jembatan Trikora, hingga Jembatan Garoga,” ungkapnya.

Riski mengajak semua pihak untuk melakukan kajian yang positif, membangun, berdasarkan data dan logika. Ia menilai tidak masuk akal jika hanya menyalahkan perusahaan yang berada di hilir, sementara aktivitas di hulu juga perlu dievaluasi.

Saat ini, masyarakat dan stakeholder sedang berjuang melakukan evakuasi dan memberikan bantuan. Riski dengan tegas meminta oknum NGO untuk berhenti menyebarkan informasi tanpa fakta yang menyesatkan.

“Mari duduk bersama, libatkan semua elemen untuk mencari fakta penyebab bencana. Jika kedatangan oknum NGO hanya untuk menyalahkan, lebih baik angkat kaki dari Tapsel!” tegasnya. (KR02)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Maut Bus dan Truk Tangki di Sumsel, Belasan Penumpang Dilaporkan Tewas
Warga Desa Janjimanaon Kompak Dukung Pembangunan Gedung KDMP Lewat Musdes
MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN
Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran
Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon
Kapolres Batang Sidak Pos Pelayanan SIM, Tegaskan Larangan Pungli dan Penguatan Integritas
Mimbar Jumat Masjid Jami’ Ahlussunnah Wal Jamaah Bincar, Padangsidimpuan Jumat, 6 Februari 2026
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:04 WIB

Kecelakaan Maut Bus dan Truk Tangki di Sumsel, Belasan Penumpang Dilaporkan Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:49 WIB

Warga Desa Janjimanaon Kompak Dukung Pembangunan Gedung KDMP Lewat Musdes

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:38 WIB

MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:10 WIB

Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:33 WIB

Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas

Berita Terbaru