Kompasreal.id, Mandailing Natal – Camat Siabu, Ahmad Fadhlan Lubis, S.Sos., M.M., menghadiri kegiatan syukuran panen sekaligus pembayaran nazar dan santunan kepada anak yatim di Desa Tangga Bosi, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen padi yang diperoleh, sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga sebelum kembali memasuki musim tanam berikutnya.
Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dengan melibatkan tokoh masyarakat, alim ulama, para petani, serta warga setempat.
Salah satu rangkaian utama kegiatan tersebut adalah penyembelihan dua ekor lembu sebagai bentuk pembayaran nazar sekaligus ungkapan rasa syukur atas rezeki dan keselamatan yang diberikan selama proses bercocok tanam hingga masa panen.
Daging lembu tersebut kemudian diolah untuk dinikmati bersama masyarakat. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang masih terpelihara di tengah kehidupan masyarakat pedesaan, khususnya dalam membangun semangat kebersamaan dan gotong royong.
Selain syukuran panen dan pembayaran nazar, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim di Desa Tangga Bosi.
Penyerahan santunan dilakukan sebagai wujud kepedulian sosial agar kebahagiaan yang dirasakan masyarakat atas hasil panen dapat turut dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat berharap keberkahan senantiasa menyertai kehidupan mereka, serta diberikan kemudahan dan hasil pertanian yang lebih baik pada musim tanam mendatang.
Kehadiran Camat Siabu Ahmad Fadhlan Lubis juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah kecamatan dan masyarakat, khususnya para petani yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Momentum setelah panen ini sekaligus dimanfaatkan untuk menumbuhkan kembali semangat masyarakat dalam mempersiapkan lahan dan menjalani siklus pertanian berikutnya.
Dengan mengedepankan rasa syukur, doa bersama, dan semangat gotong royong, masyarakat Desa Tangga Bosi diharapkan terus menjaga tradisi positif tersebut sebagai bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan.
Kegiatan syukuran ini tidak hanya menjadi ungkapan terima kasih atas hasil bumi, tetapi juga mencerminkan kepedulian terhadap sesama serta harapan agar masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. (KR11)
Penulis : KR11
Editor : Paruhum












