KompasReal.id, Tapanuli Selatan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) masa khidmat 2026–2031 resmi dikukuhkan dalam acara berlangsung di Aula Sarasi, Kompleks Perkantoran Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu (23/8/2026).
Pengukuhan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nomor 239/PB.01/A.II.01.45/99/05/2026.
Berdasarkan surat keputusan tersebut, struktur kepengurusan PCNU Tapsel terdiri dari jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah, antara lain:
- Rais Syuriyah: H. Arpan Marwazi Gultom, M.Pd.
- Katib Syuriyah: Dr. H. Akhiril Pane, M.Pd.
- Ketua Tanfidziyah: Abdul Mubin Siregar
- Sekretaris: Hilman Mhd. Akhyaruddin, M.H.
- Bendahara: Mancar, M.Pd.I.
Jajaran Mustasyar juga diisi tokoh-tokoh penting daerah, antara lain Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, serta mantan Bupati dua periode H. Syahrul M. Pasaribu, S.H.
Hadir menyaksikan pengukuhan tersebut jajaran Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara, di antaranya Prof. Dr. Hasratuddin Siregar, M.Pd., Syekh Mardin As-Siddiki, M.Pd., dan H. Muas Daulay, M.Pd.
Turut hadir sesepuh NU Sumatera Utara Ayahanda Abdul Karim atau yang akrab disapa Tuan Batang Bahal, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, serta tokoh organisasi kemasyarakatan dan pemuda.
Ketua Tanfidziyah PCNU Tapsel, Abdul Mubin Siregar, menegaskan pengukuhan ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan titik awal pengabdian yang lebih luas.
“Kita ingin NU hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan kegiatan keagamaan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan solusi atas persoalan kehidupan. Inilah makna khidmat yang harus kita perjuangkan bersama,” ucapnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus memperkuat konsolidasi organisasi, kaderisasi, pendidikan, sosial kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pembinaan generasi muda agar NU tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Tapsel, H. Arpan Marwazi Gultom, M.Pd., mengingatkan seluruh pengurus agar memaknai kepengurusan sebagai amanah yang dijalankan dengan keikhlasan, menjaga persatuan, serta nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
“Kepengurusan ini bukan sekadar jabatan, tetapi amanah yang harus kita jalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” terang Arpan
Arpan juga menekankan pentingnya pembinaan generasi muda melalui dakwah dan keteladanan, bukan sekadar seruan lisan.
Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, dalam sambutannya mendorong NU memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menghadapi persoalan sosial yang semakin mendesak.
“Judi online dan narkoba menjadi persoalan yang harus kita perangi bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan peran ulama, tokoh agama, dan seluruh pengurus NU untuk bersama-sama membentengi masyarakat,” imbuh Gus Irawan.
Gus menegaskan bahwa dakwah dan pembinaan NU merupakan benteng paling kuat untuk menyelamatkan masa depan generasi muda dari jerumus masalah-masalah sosial.
Pada kesempatan itu, Mustasyar PCNU Tapanuli Selatan, H. Syahrul M. Pasaribu, S.H., mengingatkan pengurus agar menjaga marwah organisasi dan mengutamakan kepentingan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Pemerintah mempunyai program, NU mempunyai ulama, kader, dan jaringan masyarakat. Kalau kekuatan ini disatukan, insyaallah banyak persoalan masyarakat yang bisa kita selesaikan.”
Senada dengan hal itu, Prof. Dr. Hasratuddin Siregar, M.Pd., menekankan kaderisasi sebagai fondasi utama kemajuan organisasi.
“Kita harus menyiapkan generasi Nahdliyin yang memiliki ilmu, akhlak, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Aswaja.”
Dengan resmi dikukuhkannya kepengurusan baru, PCNU Tapanuli Selatan masa khidmat 2026–2031 diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, memperdalam kualitas dakwah, serta mewujudkan sinergi nyata dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
NU hadir bukan sekadar sebagai organisasi keagamaan, melainkan sebagai mitra sejati dalam membangun peradaban yang berakhlak, berilmu, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Tapanuli Selatan. (RTD)
Editor : Paruhum












