GREAT Institute: “State-Driven Economy” untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Redaksi

- Editor

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, PONTIANAK — “Market-driven economy” yang sudah puluhan tahun jadi arus utama di Indonesia dituding sebagai penyebab terjadinya ketimpangan pembangunan dan ketergantungan ekonomi nasional pada pasar global.

 

Ketimpangan pembangunan dan produktivitas yang rendah ini menjadi salah satu fokus perhatian Prabowo Subianto sejak lama, dan menjadi tema penting dalam buku “Paradoks Pembangunan” yang ditulisnya tahun 2017.

 

Karena itu, setelah berkuasa, Prabowo berusaha untuk mengimbangi atau setidaknya menutup kekurangan pendekatan “market-dirven economy” dengan menerapkan pendekatan “state-driven economy”. Mulai dari kebijakan hilirisasi dan kontrol ekspor komoditas, sampai intervensi negara pada berbagai sektor ekonomi yang bersentuhan langsung dengan rakyat, seperti pendidikan, jaminan gizi yang cukup bagi generasi muda, serta praktik perekonomian di tingkat desa dan kelurahan.

 

Hal-hal di atas disampaikan Direktur Geopolitik GREAT Institute Dr. Teguh Santosa ketika berbicara dalam “Magang Komunikasi Pembangunan” yang diselenggarakan Nexus Digital Strategy di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti puluhan content creator muda Kalimantan Barat.

 

“Praktik ekonomi yang dikendalikan pasar untuk efisiensi, inovasi, dan menarik investasi. Tapi market tidak selalu mau masuk ke hulu, sektor pangan, energi, hilirisasi mineral, atau bangun konektivitas 3TP (terdepan, tertinggal, terbelakang, dan perbatasan),” ujar Teguh.

 

Teguh menambahkan, istilah lain yang dapat digunakan untuk pendekatan “state-driven economy” versi Prabowo adalah “strategic state intervention”. Dalam praktiknya, negara masuk sebagai “first investor” dan “risk taker” di sektor yang dianggap market tidak menarik. Tujuannya adalah untuk membangun fondasi industri, ketahanan pangan, energi, dan logistik.

 

Dari kacamata geopolitik, dosen Hubungan Internasional di Universitas Islam Negerir (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, pendekatan “state-driven economy” adalah alat tawar Indonesia kepada great powers. Indonesia ingin tampil sebagai negara dengan kemampuan ekonomi yang memadai sehingga dapat ikut menentukan agenda-agenda besar politik global.

Baca Juga :  Prajurit TNI Gugur dalam Serangan IDF ke Markas UNIFIL, GREAT Institute Sebut Kejahatan Perang

 

“Ini bukan situasi di mana negara berhadap-hadapan dengan pasar. Tapi negara yang cerdas dan pasar yang sehat adalah formula bagi Indonesia untuk memiliki daya tahan yang memadai,” demikian Teguh. []

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anto Genk Ajak Semua Pihak Sukseskan Kejuaraan Antar Klub Voli U-15 se-Sumatera
Mampu Satukan Insan Pers, Momen Pelantikan JMSI Batu Bara Anto Genk Didorong Maju sebagai Ketua PWI
JMSI Sumut Matangkan Persiapan Raker dan Pelantikan JMSI Batubara serta Sergai-Tebing Tinggi
Musa Rajekshah Apresiasi Semangat Berqurban Kader Pemuda Pancasila Sumut, 17 Ekor Sapi Disembelih
JMSI Tabagsel Serukan Persatuan dan Penguatan Generasi Muda di Harkitnas ke-118
Kapolda Sumut Terima Satyalancana Wira Karya, JMSI Sumut: Bukti Kerja Nyata untuk Masyarakat
77 Peserta Rehab Ikuti Upacara Khidmat, Ketua JMSI Sumut Anto Genk: Jauhi Bahaya Narkoba
Ketua JMSI Tabagsel Ucok Rizal Nasution Dukung Penuh Musda VIII KNPI Padangsidimpuan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:19 WIB

GREAT Institute: “State-Driven Economy” untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:18 WIB

Anto Genk Ajak Semua Pihak Sukseskan Kejuaraan Antar Klub Voli U-15 se-Sumatera

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:30 WIB

Mampu Satukan Insan Pers, Momen Pelantikan JMSI Batu Bara Anto Genk Didorong Maju sebagai Ketua PWI

Senin, 1 Juni 2026 - 20:28 WIB

JMSI Sumut Matangkan Persiapan Raker dan Pelantikan JMSI Batubara serta Sergai-Tebing Tinggi

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:37 WIB

Musa Rajekshah Apresiasi Semangat Berqurban Kader Pemuda Pancasila Sumut, 17 Ekor Sapi Disembelih

Berita Terbaru

Nasional

Tantangan Birokrasi di Meja BGN

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:21 WIB

Padangsidimpuan

Diduga Kebal Hukum, Dua Pengusaha Langgar Perda Kota Padangsidimpuan

Sabtu, 6 Jun 2026 - 10:46 WIB