Indonesia – Amerika Serikat Finalisasi Perjanjian Dagang, Tarif Ekspor RI ke AS Turun ke 19 % 

Redaksi

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah menyelesaikan perjanjian perdagangan timbal balik (reciprocal trade agreement) yang menurunkan tarif bea masuk atas barang-barang Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat dari 32 % menjadi 19 %, setelah berbulan-bulan negosiasi intensif.

Perjanjian ini ditandatangani di Washington oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia berhasil mengamankan pengecualian tarif untuk komoditas utama, seperti minyak sawit, kopi, kakao, karet, dan rempah-rempah, yang sebelumnya mengalami tarif tinggi. Untuk beberapa produk tekstil, tarif bahkan bisa mencapai 0 % melalui mekanisme kuota yang akan dibahas lebih lanjut.

Pemerintah AS juga mencabut permintaan klausul non-ekonomi terkait isu seperti pembangunan reaktor nuklir dan Laut China Selatan, yang sebelumnya menjadi titik negosiasi. Sebagai timbal balik, Indonesia akan menghapus hambatan tarif dan non-tarif atas sebagian besar barang impor dari AS, serta menerima standar produk AS di berbagai sektor.

Kesepakatan ini juga membuka pintu untuk investasi AS di sektor mineral penting dan energi di Indonesia, termasuk sektor nikel, kobalt, dan tanah jarang (rare earth), yang dipandang penting oleh Washington untuk memperkuat rantai pasok global. Perjanjian ini rencananya akan mulai berlaku 90 hari setelah proses ratifikasi selesai.

Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump juga menandatangani dokumen tambahan berjudul “Implementation of the Agreement Toward a NEW GOLDEN AGE for the U.S.-Indonesian Alliance” yang mencerminkan komitmen kedua pihak untuk memperkuat hubungan ekonomi dan keamanan. Selain itu, perusahaan dari kedua negara meneken beberapa kesepakatan bisnis senilai puluhan miliar dolar bersamaan dengan perjanjian dagang ini.

 

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: Investing.com

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam April 2026, Masyarakat Mulai Terdampak
Harga Emas Nasional Stabil, Investor Diminta Waspada Fluktuasi Global
Dinamika Ekonomi Global Tekan Indonesia, Pemerintah Diminta Waspada
Harga Minyak Global Anjlok Usai Ketegangan Mereda di Timur Tengah
Harga Emas Hari Ini Turun, Pegadaian Catat Rp 2.721.000 per Gram*
Fitch Ratings Turunkan Outlook Kredit Indonesia Jadi Negatif
Pemerintah Tegaskan Harga Pangan Nasional Stabil Jelang Ramadan 2026
Menkeu Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 01:47 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam April 2026, Masyarakat Mulai Terdampak

Minggu, 5 April 2026 - 19:02 WIB

Harga Emas Nasional Stabil, Investor Diminta Waspada Fluktuasi Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:42 WIB

Dinamika Ekonomi Global Tekan Indonesia, Pemerintah Diminta Waspada

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:17 WIB

Harga Minyak Global Anjlok Usai Ketegangan Mereda di Timur Tengah

Minggu, 22 Maret 2026 - 15:30 WIB

Harga Emas Hari Ini Turun, Pegadaian Catat Rp 2.721.000 per Gram*

Berita Terbaru