KompasReal.com – Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, kembali menghadapi tantangan besar dalam pemeliharaan infrastruktur jalan akibat bencana alam berulang. Jalur nasional penghubung Karo-Dairi yang strategis mengalami longsor susulan hingga awal tahun 2026, sehingga penanganan dua paket pekerjaan yang semula ditargetkan selesai tahun lalu terpaksa diperpanjang menjadi proyek multiyears.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyetujui kelanjutan proyek ini dengan alokasi anggaran signifikan. Fokus utama tertuju pada wilayah rawan seperti Lae Pondom dan sekitar Parbuluan, di mana material longsor terus mengganggu arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Dairi di bawah kepemimpinan Bupati Vickner Sinaga mengambil langkah proaktif dengan mengajak masyarakat bergotong royong memperbaiki jalan rusak. Pada 9 Januari 2026, bupati secara langsung meninjau dan ikut serta menutup lubang jalan
menggunakan material sirtu di Desa Bandar Kuta Usang (Kecamatan Pegagan Hilir) serta Desa Dolok Tolong (Kecamatan Sumbul).
Bupati Vickner Sinaga menyampaikan, “Rap paturehon ma hita amang-inang,” yang berarti “mari kita perbaiki bersama-sama.” Ia menekankan keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi, sehingga partisipasi warga menjadi solusi penting sembari terus berupaya mencari dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi.
. (KompasReal.com/rilis)












