Kejari Madina Usut Dugaan Korupsi “Smart Village”: Giliran Kades dan Vendor Diperiksa

Paruhum Nasution

- Editor

Selasa, 30 September 2025 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Istimewa)

i

Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Istimewa)

KompasReal.com, Mandailing Natal – Setelah memeriksa Kepala Dinas dan mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) terkait dugaan korupsi pengadaan perangkat desa digital (smart village) tahun 2023, Kejaksaan Negeri (Kejari) Mandailing Natal (Madina) bergerak cepat.

Pekan ini, giliran sejumlah kepala desa dan pihak pelaksana atau vendor yang akan dipanggil dan diperiksa. Tujuannya, mencari pihak yang paling bertanggung jawab dalam kasus yang diduga merugikan negara hingga miliaran rupiah ini.

“Pekan lalu, penyidik telah selesai memeriksa sejumlah pejabat utama dari Dinas PMD Madina. Minggu ini, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap pihak pelaksana atau vendor smart village,” tegas Kajari Madina melalui Kasi Intel Jupri W. Banjarnahor, Selasa (30/9/2025).

Sayangnya, Kasi Intel yang enerjik ini belum bisa memastikan detail identitas maupun jumlah kepala desa yang akan diperiksa.

“Nanti coba saya tanyakan dulu,” ujarnya singkat.

Dalam keterangannya, Kasi Intel Banjarnahor juga menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada agenda pemanggilan dan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Madina JSN maupun oknum politisi yang kini duduk di kursi parlemen.

“Pemeriksaan mantan Bupati dan politisi akan melihat perkembangan penyidikan,” jelasnya.

Kasus dugaan korupsi dana desa smart village di Madina ini terjadi pada tahun 2023. Saat itu, Kadis PMD dijabat oleh Ahmad Meinul Lubis, namun masih dalam tahap perencanaan. Kemudian, Meinul digantikan oleh Irsal Pariadi sebagai Kadis PMD.

Dari penelusuran di beberapa desa, ditemukan fakta yang mencengangkan: dugaan kuat pengadaan internet fiktif! Anehnya, para kepala desa mengakui telah diminta pelunasan pembayaran oleh pihak pelaksana atau rekanan pengadaan, dengan persetujuan dari PMD.

Kasus ini menjadi sorotan tajam masyarakat Madina, karena dugaan korupsinya yang fantastis, mencapai Rp. 9,4 miliar. (KR/WM)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani
Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue
Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina
Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim
Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet
Wujud Syukur, Kecamatan Sinunukan Gelar Makan Bersama dan Bubarkan Panitia HUT RI ke-81
Pengibaran Bendera HUT RI ke-81, Camat Naga Juang: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya dan Persatuan
Camat Panyabungan Utara Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Tekankan Persatuan dan Semangat Membangun Daerah
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani

Senin, 7 September 2026 - 17:36 WIB

Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet

Berita Terbaru