Ketegangan Memuncak di Teluk, Iran Peringatkan AS soal Kehadiran Militer

Redaksi

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pernyataan keras disampaikan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dalam pidato terbarunya, Khamenei menegaskan bahwa negaranya memiliki kemampuan untuk menghadapi kapal perang asing di kawasan Teluk jika terjadi provokasi.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer di kawasan strategis itu, yang selama ini menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia. Pemerintah Iran menyebut kehadiran militer AS sebagai ancaman terhadap stabilitas regional, sementara Washington menegaskan bahwa pengerahan pasukan dilakukan untuk menjaga keamanan sekutu dan jalur pelayaran internasional.

Sejumlah analis menilai retorika keras ini berpotensi memperburuk situasi geopolitik yang sudah sensitif. Ketegangan di kawasan Teluk kerap berdampak langsung pada harga minyak global dan stabilitas ekonomi internasional. Pasar energi pun dilaporkan mulai merespons dengan kenaikan harga secara bertahap.

Menurut laporan media internasional seperti Reuters dan Al Jazeera, kedua negara sejauh ini masih mengedepankan jalur diplomasi meski pernyataan publik terkesan konfrontatif. Sumber diplomatik menyebut komunikasi tidak langsung melalui mediator regional masih terus berlangsung untuk mencegah eskalasi terbuka.

Pengamat hubungan internasional mengingatkan bahwa stabilitas kawasan sangat bergantung pada kemampuan kedua pihak menahan diri. Dunia internasional kini menanti langkah lanjutan dari Teheran dan Washington, sembari berharap ketegangan tidak berkembang menjadi konflik terbuka yang dapat mengguncang keamanan global.

Baca Juga :  Turki Mulai Produksi Tank Tempur Besar Besaran

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: Aljazeera

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —
Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 
Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik
Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi
Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik
Trump Tertekan, Iran Unggul di Perang Politik
Mehdi Taremi Siap Tinggalkan Olympiacos, Kembali ke Iran Demi Membela Negara
Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serangan Terhadap Rudal Iran
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:27 WIB

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —

Senin, 9 Maret 2026 - 00:52 WIB

Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:25 WIB

Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:29 WIB

Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:00 WIB

Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB