Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

KompasReal.id

- Editor

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Umat Islam baru saja melewati bulan penuh berkah—Ramadhan—yang menjadi momentum spiritual tertinggi sepanjang tahun. Namun, ironisnya, begitu takbir Idul Fitri berkumandang, banyak di antara kita yang mengembalikan “mode” kehidupan ke posisi semula. Masjid yang penuh selama Ramadhan kembali sepi, Al-Qur’an yang rutin dibaca terbengkalai, dan amal shaleh yang dulu istiqomah menjadi sporadis. Ini bukanlah tanda keberhasilan Ramadhan, melainkan indikasi bahwa kita telah salah memaknai ibadah sebagai “proyek musiman” bukan transformasi permanen.

 

Makna Ketaqwaan yang Sejati

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 183: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Perhatikan kata kunci: “agar” (litaqū)—puasa adalah wasilah (jalan), bukan tujuan akhir. Tujuannya adalah taqwa: kesadaran hidup dalam pengawasan Allah yang memunculkan ketaatan, kejujuran, dan penolakan kemaksiatan. Jika setelah Ramadhan kita kembali ke perilaku lama, berarti kita belum mencapai tujuan puasa itu sendiri.

Strategi Pertama: Istiqomah dalam Ibadah Wajib

Pertahankan minimal satu amal Ramadhan yang paling berat bagi Anda. Jika selama Ramadhan Anda shalat tahajud, jangan tinggalkannya begitu saja. Jika Anda baca Al-Qur’an satu juz sehari, turunkan menjadi setengah juz atau beberapa halaman, tapi jangan nol. Nabi SAW bersabda: “Amal paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus dilakukan meski sedikit.” (HR. Bukhari & Muslim). Istiqomah dalam sedikit jauh lebih mulia daripada berlimpah lalu berhenti total.

 

Ramadhan mengajarkan penjagaan lisan dari ghibah, penjagaan mata dari yang haram, dan penjagaan hati dari iri dengki. Lanjutkan jihad ini! Jadikan “puasa” sebagai metafora hidup: puasa dari dusta, puasa dari khianat, puasa dari kemalasan. Perbanyak silaturahmi yang dibangun di bulan Ramadhan—zakat fitrah telah kita tunaikan, tapi “zakat” waktu dan perhatian kepada tetangga, keluarga, dan fakir miskin harus terus mengalir. Taqwa bukan soal ritual, tapi soal kualitas hubungan dengan Allah dan sesama.

Baca Juga :  Arogansi dalam Islam Sangat Dilarang

 

Jangan biarkan Ramadhan menjadi sekadar kenangan indah yang sirna. Jadikan ia titik balik (turning point) hidup Anda. Ingatlah, setiap hari adalah potensi Ramadhan—kesempatan untuk meraih pahala dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Mari kita berdoa agar Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang “kullu ‘aam wa antum bi khair”—bukan hanya sehat setiap tahun, tapi bertambah taqwa setiap tahun. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

 

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: KompasReal.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mimbar Jumat ,Allah Melaknat Orang yang Suka Mengambil Hak Orang Lain
Menguatkan Integritas dan Kepedulian Sosial untuk Mewujudkan Kedamaian Bangsa
Mimbar Jumat: Akhlak, Adab, dan Etika Lebih Tinggi dari Ilmu, Fondasi Membangun Peradaban
Memilih Teman dalam Islam, Menentukan Arah Kehidupan
Haji Mabrur Harus Menjadi Cahaya di Tengah Umat
Menyelamatkan Generasi Muda dari Bahaya Narkoba, Judi, dan Maksiat di Era Modern Alinea 1
Rahasia di Balik Sedekah dan Menyantuni Anak Yatim
Arogansi dalam Islam Sangat Dilarang
Berita ini 16 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:02 WIB

Mimbar Jumat ,Allah Melaknat Orang yang Suka Mengambil Hak Orang Lain

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:31 WIB

Menguatkan Integritas dan Kepedulian Sosial untuk Mewujudkan Kedamaian Bangsa

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:40 WIB

Mimbar Jumat: Akhlak, Adab, dan Etika Lebih Tinggi dari Ilmu, Fondasi Membangun Peradaban

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:09 WIB

Memilih Teman dalam Islam, Menentukan Arah Kehidupan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:23 WIB

Haji Mabrur Harus Menjadi Cahaya di Tengah Umat

Berita Terbaru