Nvidia Siapkan Buyback US$150 Miliar, Terbesar dalam Sejarah

Vritime

- Editor

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompasreal.id – Nvidia kembali menjadi sorotan pasar setelah perusahaan chip asal Amerika Serikat tersebut mengumumkan rencana pembelian kembali saham atau share buyback senilai US$150 miliar. Nilai tersebut menjadi penambahan otorisasi buyback terbesar dalam sejarah perusahaan dan mempertegas keyakinan Nvidia terhadap prospek jangka panjang industri kecerdasan buatan (AI).

Keputusan tersebut diumumkan pada Senin, 28 September 2026. Dengan tambahan US$150 miliar, total dana yang masih tersedia dalam program pembelian kembali saham Nvidia meningkat menjadi US$235 miliar. Perusahaan berencana menggunakan otorisasi tersebut hingga tahun fiskal 2028.

Langkah Nvidia menarik perhatian investor karena dilakukan ketika perusahaan masih menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari lonjakan investasi AI global. Permintaan terhadap chip dan teknologi komputasi Nvidia terus meningkat seiring perusahaan teknologi membangun pusat data dan infrastruktur untuk menjalankan berbagai aplikasi AI.

Buyback Terbesar dalam Sejarah

Nvidia menyebut tambahan US$150 miliar tersebut sebagai peningkatan otorisasi pembelian kembali saham terbesar dalam sejarah. Sebagai perbandingan, Apple sebelumnya memegang rekor dengan tambahan program buyback senilai US$110 miliar pada 2024.

Dengan total otorisasi yang kini mencapai US$235 miliar, Nvidia memiliki ruang yang sangat besar untuk membeli kembali sahamnya sendiri di pasar. Pembelian kembali saham biasanya dilakukan perusahaan ketika manajemen menilai harga saham menarik atau ketika perusahaan memiliki arus kas yang cukup kuat untuk mengembalikan modal kepada pemegang saham.

Dalam pernyataannya, CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan pertumbuhan perusahaan didorong oleh perubahan besar menuju AI dan accelerated computing. Menurutnya, kemampuan Nvidia menghasilkan kas memberikan perusahaan ruang untuk terus berinvestasi dalam teknologi sekaligus mengembalikan modal kepada pemegang saham.

Keputusan ini menjadi sinyal bahwa manajemen Nvidia masih melihat peluang pertumbuhan AI dalam jangka panjang meskipun pasar mulai mempertanyakan seberapa lama lonjakan investasi AI dapat berlangsung.

Nvidia Masih Percaya Diri dengan Prospek AI

Nvidia merupakan salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari meningkatnya kebutuhan komputasi AI. Chip grafis atau GPU milik perusahaan digunakan untuk melatih dan menjalankan berbagai model AI yang dikembangkan perusahaan teknologi besar.

Pertumbuhan kebutuhan tersebut telah mendorong Nvidia menjadi salah satu perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia. Saham Nvidia sendiri telah meningkat sekitar 20% lebih sepanjang 2026, meskipun kinerjanya masih tertinggal dari beberapa perusahaan chip pesaing.

Perusahaan juga memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang kuat ke depan. Nvidia memberikan panduan pertumbuhan pendapatan sekitar 70% untuk tahun fiskal 2028, jauh di atas pertumbuhan perusahaan teknologi besar pada umumnya.

Baca Juga :  BRI KCP Senen Jaya Hadirkan Layanan Weekend Banking untuk Kemudahan Transaksi Nasabah

Optimisme tersebut menunjukkan bahwa Nvidia masih melihat permintaan terhadap infrastruktur AI sebagai tren jangka panjang, bukan sekadar siklus teknologi sementara.

Kenapa Buyback Penting bagi Investor?

Share buyback merupakan aksi korporasi ketika perusahaan menggunakan kas untuk membeli kembali saham yang beredar di pasar. Ketika jumlah saham beredar berkurang, laba perusahaan akan dibagi kepada jumlah saham yang lebih sedikit sehingga earnings per share (EPS) berpotensi meningkat.

Karena itu, buyback dalam jumlah besar dapat memberikan dukungan terhadap harga saham apabila pembelian benar-benar dilakukan dan kondisi fundamental perusahaan tetap kuat.

Dalam kasus Nvidia, program tersebut juga menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kapasitas kas yang besar. Reuters melaporkan Nvidia memiliki sekitar US$22,44 miliar kas pada akhir Juli dan terus menghasilkan arus kas yang kuat dari bisnis chip AI.

Namun, buyback bukan berarti saham otomatis akan terus naik. Investor tetap perlu melihat harga pembelian kembali, kondisi bisnis, serta kemampuan Nvidia mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan margin di tengah persaingan industri chip.

Risiko di Balik Besarnya Investasi AI

Meski prospek Nvidia terlihat kuat, industri AI tetap menghadapi sejumlah risiko. Salah satunya adalah keberlanjutan belanja modal perusahaan teknologi.

Pembangunan pusat data AI membutuhkan investasi sangat besar. Jika perusahaan cloud atau pengembang AI mulai mengurangi belanja modal, permintaan terhadap chip Nvidia dapat ikut melambat.

Selain itu, persaingan di industri semikonduktor juga semakin ketat. AMD dan sejumlah perusahaan lain terus mengembangkan chip AI yang dapat menjadi alternatif bagi pelanggan. Nvidia juga perlu mempertahankan keunggulan ekosistem software dan teknologi yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utamanya.

Investor juga mencermati margin Nvidia. Perusahaan memperkirakan gross margin dapat turun dari sekitar 75% menjadi kisaran 71%–72% pada kuartal keempat tahun fiskal 2027, antara lain karena meningkatnya biaya memori.

Buyback Jadi Sinyal Penting bagi Pasar

Pengumuman buyback US$150 miliar menunjukkan bahwa Nvidia tidak hanya menggunakan keuntungan dari booming AI untuk ekspansi, tetapi juga untuk memberikan nilai kepada pemegang saham.

Saham Nvidia merespons positif pengumuman tersebut. Reuters mencatat saham perusahaan naik lebih dari 2% setelah pengumuman buyback, sementara sumber lain melaporkan kenaikan sekitar 1,7% pada perdagangan awal.

Baca Juga :  Mengenal Kucing Mujair, Kucing Lokal dengan Karakter Unik yang Banyak Disukai

Bagi pasar, langkah ini dapat menjadi sinyal bahwa manajemen Nvidia menganggap valuasi saham saat ini masih menarik dibandingkan prospek pertumbuhan perusahaan.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan AI secara keseluruhan. Jika permintaan komputasi terus meningkat, Nvidia berpotensi mempertahankan pertumbuhan yang kuat. Sebaliknya, perlambatan belanja AI dapat menjadi tantangan bagi kinerja saham.

Pantau Saham Nvidia dan Aset Investasi di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi investor yang baru ingin memulai berinvestasi, Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store.

Dengan buyback tambahan US$150 miliar, Nvidia menunjukkan keyakinan besar terhadap prospek AI dan kemampuan perusahaan menghasilkan kas. Bagi investor, langkah ini menjadi salah satu perkembangan penting yang perlu dipantau, terutama di tengah pertumbuhan pesat industri AI sekaligus meningkatnya perhatian terhadap valuasi dan keberlanjutan investasi teknologi.

Tentang NANOVEST

Nanovest (PT Tumbuh Bersama Nano) merupakan platform digital marketplace berbasis aplikasi yang mempermudah akses para pengguna untuk memperdagangkan aset digital baik dalam bentuk saham global, aset kripto, maupun emas digital. Kami memiliki tujuan untuk merevolusi cara anak muda dalam berinvestasi agar dapat mencapai kebebasan finansial. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di www.nanovest.io.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Moladin Hadirkan Program Sewa Kepemilikan Mobil Listrik untuk Driver Online
Kick-off Upstream Youth Champs 2026 di IPB University Ajak Mahasiswa Gali Potensi dan Kenali Industri Hulu Migas
Rekomendasi Wedding Venue Mewah Jakarta Selatan: Rà Suites Simatupang Hadirkan Paket Pernikahan Eksklusif
Perkenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Masyarakat Bergerak dan “Glowing Bersamamu”
30 Tahun Pelayanan Neuroscience di Indonesia, Siloam Hospitals Lippo Village Semakin Memperkuat Keahlian dan Inovasi Medis
Raih Rating A+++ Bappebti, HSB Investasi Buktikan Jadi Aplikasi Trading yang Taat Regulasi di Indonesia
Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini
Produk Istimewa Greece di Malaysia: Menampilkan Keaslian Produk PDO dan Tradisi Kulinari
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Moladin Hadirkan Program Sewa Kepemilikan Mobil Listrik untuk Driver Online

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:16 WIB

Kick-off Upstream Youth Champs 2026 di IPB University Ajak Mahasiswa Gali Potensi dan Kenali Industri Hulu Migas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:02 WIB

Rekomendasi Wedding Venue Mewah Jakarta Selatan: Rà Suites Simatupang Hadirkan Paket Pernikahan Eksklusif

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:39 WIB

Nvidia Siapkan Buyback US$150 Miliar, Terbesar dalam Sejarah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:23 WIB

Perkenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Masyarakat Bergerak dan “Glowing Bersamamu”

Berita Terbaru