Penelusuran Hulu Sungai Rantopuran Ditunda, Kades Masih Musyawarahkan Personel dan Bekal Tim

Redaksi

- Editor

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal – Rencana penelusuran ke hulu Sungai Rantopuran untuk mencari penyebab keruhnya aliran sungai di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, sementara waktu ditunda. Para kepala desa di wilayah Gunung Tua Raya masih mematangkan persiapan personel serta kebutuhan bekal bagi tim penelusuran.

 

Kepala Desa Gunung Tua Lumban Pasir, Zulham Nasution, menjelaskan bahwa hingga Selasa (12/05/2026), tim penelusuran belum diberangkatkan karena masih mencari tambahan anggota yang dianggap mampu menghadapi medan berat menuju lokasi hulu sungai.

 

“Belum berangkat pak, masih mencari satu orang lagi yang kuat dan tangguh serta mengerti medan yang dituju, karena harapan kita jangan sia-sia bila mengirimkan orang,” tulis Zulham melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.

 

Sementara itu, Kepala Desa Gunungtua Julu, Damran, mengatakan pihaknya bersama seluruh kepala desa di wilayah Gunung Tua Raya masih menggelar musyawarah terakhir terkait rencana penelusuran tersebut.

 

Menurut Damran, perjalanan menuju hulu Sungai Rantopuran diperkirakan memakan waktu hingga tiga hari tiga malam dengan kondisi medan yang cukup berat. Karena itu, diperlukan persiapan matang, terutama menyangkut biaya operasional dan bekal logistik bagi tim yang akan diberangkatkan.

 

“Kami masih melakukan musyawarah terakhir bersama para kepala desa, karena perjalanan menuju hulu Sungai Rantopuran cukup berat dan memakan waktu sekitar tiga hari tiga malam. Jadi, perlu dipastikan terlebih dahulu kesiapan biaya serta bekal untuk tim yang akan berangkat,” ujar Damran melalui sambungan telepon WhatsApp.

 

Ia menyebutkan, tim penelusuran yang direncanakan akan diberangkatkan berjumlah sekitar lima orang. Seluruh anggota tim dipilih dari warga yang dinilai memahami medan dan kondisi wilayah menuju hulu Sungai Rantopuran.

Baca Juga :  Ratusan Paket Pangan Murah Ramadan TP PKK Madina Ludes dalam Waktu Singkat

 

Keruhnya aliran Sungai Rantopuran dalam beberapa bulan terakhir, terutama dalam dua pekan terakhir, menjadi perhatian serius masyarakat dan pemerintah desa di wilayah Gunung Tua Raya. Kondisi air sungai yang berubah keruh dinilai mengganggu aktivitas warga yang selama ini memanfaatkan sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Beberapa hari sebelumnya, sejumlah kepala desa telah menggelar musyawarah di Lopo Manggis Lopo Itik, Desa Gunung Tua Penggorengan, guna membahas kondisi sungai tersebut dan langkah penanganannya. Musyawarah itu dihadiri perwakilan desa dari Gunung Tua Julu, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Lumban Pasir, Gunung Tua Penggorengan, Ipar Bondar, Manyabar, Manyabar Julu, Gunung Manaon, Saba Jambu, Pagaran Tonga hingga Gunung Barani.

 

Sebelumnya, Zulham juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersama personel Polsek Panyabungan telah melakukan penelusuran awal hingga beberapa kilometer dari Desa Sopo Batu. Namun, penelusuran tersebut belum berhasil menemukan sumber penyebab keruhnya sungai.

 

“Kami sudah melakukan pengecekan bersama personel Polsek Panyabungan hingga beberapa kilometer dari Desa Sopo Batu. Pengecekan berlangsung selama dua hari, namun penyebab keruhnya sungai belum ditemukan karena tim kehabisan bekal dan akhirnya kembali,” katanya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, kondisi air Sungai Aek Rantopuran masih terlihat keruh. Warga berharap upaya penelusuran yang dilakukan para kepala desa bersama pihak terkait dapat segera membuahkan hasil sehingga penyebab keruhnya sungai dapat diketahui dan ditangani. (KR11).

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres Madina Dipastikan Hadiri Penyuluhan Antinarkoba untuk Pelajar, Perkuat Sinergi Lawan Peredaran Narkoba
Akselerasi Konektivitas Udara: Bupati Madina Sambut Audiensi Strategis Lion Air Group
Forkopimda Madina Sepakat Perpanjang Masa Transisi Sampai Januari 2027
Progres Pembangunan Jembatan Aek Batahan Capai 57 Persen
Jalan Bukit Mas – Kubangan Tompek 3,5 KM Selesai, Pemkab Madina dan PT GPL Timbun Jalan Rusak di KM 2 Simpang Durian
Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel Madina Kembali Beroperasi, Korwasis Desak Penegakan Hukum Transparan
Curanmor Kembali Terjadi di Panyabungan, Motor Warga Mompang Julu Raib di Simpang Empat Pasar Hilir
APH Bungkam, PETI Panabari Hidup Lagi. Terduga Pelaku ZNT Terus Beroperasi 
Berita ini 24 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:13 WIB

Kapolres Madina Dipastikan Hadiri Penyuluhan Antinarkoba untuk Pelajar, Perkuat Sinergi Lawan Peredaran Narkoba

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:27 WIB

Akselerasi Konektivitas Udara: Bupati Madina Sambut Audiensi Strategis Lion Air Group

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:24 WIB

Forkopimda Madina Sepakat Perpanjang Masa Transisi Sampai Januari 2027

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:50 WIB

Progres Pembangunan Jembatan Aek Batahan Capai 57 Persen

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:47 WIB

Jalan Bukit Mas – Kubangan Tompek 3,5 KM Selesai, Pemkab Madina dan PT GPL Timbun Jalan Rusak di KM 2 Simpang Durian

Berita Terbaru