Politisi Muda Tapsel: Kritik Boleh Pedas, Tapi Harus Berdata, Beretika, dan Tidak Serang Pribadi

KompasReal.id

- Editor

Senin, 15 Juni 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Aktivis IMM, Riski Abadi Rambe, ingatkan agen perubahan untuk fokus pada kebijakan, bukan menyerang pribadi pemimpin

KompasReal.id, Tapanuli Selatan – Kritik terhadap jalannya pemerintahan adalah hak sekaligus kewajiban setiap warga negara, termasuk para aktivis dan mahasiswa. Namun, kritik yang disampaikan harus tetap menjunjung tinggi adab, didasari data, serta tidak berubah menjadi serangan terhadap pribadi seseorang.

Hal ini ditegaskan oleh politisi muda asal Tapanuli Selatan (Tapsel), Riski Abadi Rambe, yang juga mantan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

“Silakan berbicara setajam dan sepedas apa pun kepada pemerintah hari ini. Namun, pastikan setiap kalimat yang disampaikan sudah melalui kajian, analisis, dan evaluasi yang berbasis data. Jangan hanya berisi retorika kosong semata,” tegas Riski, Senin (15/6/2026).

Ia menambahkan bahwa ruang untuk mengoreksi kebijakan tetap terbuka lebar. “Kami siap mendengarkan bahkan bersama-sama melakukan kajian mendalam demi kemajuan daerah dan bangsa. Namun, batasannya jelas, hentikan serangan terhadap pribadi atau kepribadian seseorang,” ujarnya.

Pernyataan ini disampaikan Riski menanggapi kasus yang belakangan ramai dibahas, di mana Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, dianggap mengeluarkan pernyataan yang menyerang pribadi Presiden Prabowo Subianto dengan sebutan yang tidak pantas.

Sebagai mantan aktivis yang juga pernah menjadi bagian dari gerakan mahasiswa di Tapanuli Selatan dan Sumatera Utara, Riski menyayangkan sikap tersebut.

“Sebagai kontrol sosial dan agen perubahan, aktivis seharusnya menjadi teladan dalam menyampaikan aspirasi. Sangat tidak pantas jika kritik justru berubah menjadi hinaan pribadi terhadap pemimpin bangsa. Siapa pun yang dikritik, bahasa yang digunakan harus tetap beradab dan beretika,” ucapnya.

Menurut Riski, hal yang layak diangkat ke publik adalah penilaian terhadap program kerja pemerintah.

Baca Juga :  Dana Desa 2026 Turun, Sejumlah Desa di Tapsel Diperkirakan Hanya Terima Rp300 Juta

Jika sebuah kebijakan dinilai kurang tepat, kurang sesuai, atau tidak membawa manfaat nyata bagi masyarakat, maka sampaikanlah disertai fakta temuan di lapangan, lengkap dengan usulan solusi yang saling menguntungkan.

“Kritiklah kebijakannya, kritiklah progres kerjanya, bukan menghina orangnya. Berikan masukan apa yang harus diperbaiki agar hasilnya lebih baik,” jelasnya.

Melalui pernyataan ini, Riski mengajak seluruh elemen pemuda dan mahasiswa, khususnya yang ada di wilayah Tapanuli Selatan, untuk tidak meniru gaya penyampaian yang dinilai tidak mendidik tersebut.

Ia juga mengimbau agar seluruh pihak mengecam pernyataan yang menjurus ke serangan pribadi.

“Kalau sudah menyerang pribadi, itu bukan lagi kritik membangun, bukan lagi penilaian terhadap program pemerintah. Itu hanya akan memecah belah dan menutup ruang dialog. Mari kita jadikan kritik sebagai jalan memperbaiki bangsa, bukan menjatuhkan martabat sesama,” pungkas Riski. (KR02)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani
Kapolres Tapsel Turun ke Polsek Saipar Dolok Hole, Tekankan Pelayanan Humanis
Polres Tapsel Ungkap Peredaran Sabu di Sipirok, Sita Barang Bukti 10 Gram dari Rumah Pelaku
Polisi Ungkap Dugaan Jaringan Sabu di Tapsel, Dua Pria Diamankan dari Dua Lokasi
Viral Isu ‘Beking’ Perambahan Hutan, Polres Tapsel: Itu Tidak Benar
HUT Kejaksaan ke-81, Polres Tapsel Beri Kejutan Manis untuk Kejari Tapsel
Bupati Gus Irawan Pasaribu Ikuti Rakor DBH Pajak, Tapsel Dapat Pagu PBBKB 2026 Rp11,174 Miliar
Ketua Tim Pembina Posyandu Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Sosialisasikan Transformasi Posyandu 6 SPM
Berita ini 185 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani

Senin, 7 September 2026 - 18:29 WIB

Kapolres Tapsel Turun ke Polsek Saipar Dolok Hole, Tekankan Pelayanan Humanis

Senin, 7 September 2026 - 15:08 WIB

Polres Tapsel Ungkap Peredaran Sabu di Sipirok, Sita Barang Bukti 10 Gram dari Rumah Pelaku

Jumat, 4 September 2026 - 12:31 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Jaringan Sabu di Tapsel, Dua Pria Diamankan dari Dua Lokasi

Jumat, 4 September 2026 - 12:08 WIB

Viral Isu ‘Beking’ Perambahan Hutan, Polres Tapsel: Itu Tidak Benar

Berita Terbaru

Bisnis

LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal Pascagempa 5,9 SR

Kamis, 17 Sep 2026 - 03:51 WIB