Proyek Perbaikan Jembatan Jalan Baru Pijorkoling Sidimpuan Dikeluhkan Warga: Tidak Ada Akses Pengganti, Jarak Tempuh Melonjak

KompasReal.id

- Editor

Jumat, 31 Oktober 2025 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal, PADANGSIDIMPUAN – Proyek perbaikan jembatan di Jalan Baru Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, menuai keluhan dari warga sekitar. Pasalnya, penutupan total jembatan tersebut tidak disertai penyediaan jembatan darurat atau akses pengganti yang memadai.

​Kondisi ini memaksa warga mencari jalur alternatif, yang secara signifikan menambah waktu dan jarak tempuh, terutama bagi mereka yang rutin mengantar anak-anak ke sekolah.

​Akses Utama Tertutup Total

​Warga yang tinggal di sekitar Jalan Baru Pijorkoling, termasuk penghuni beberapa perumahan di wilayah tersebut, kini harus beradaptasi dengan penutupan akses vital ini. Sebelumnya, jembatan tersebut menjadi jalur penghubung utama yang memperpendek jarak ke berbagai fasilitas umum, termasuk sekolah.

​“Biasanya, setiap pagi kami lewat jembatan itu. Sekarang, kami terpaksa harus memutar jauh dari Jalan Perintis Kemerdekaan, Padangmatinggi,” ungkap Monang Nasution, salah seorang warga yang terdampak.

​Monang menjelaskan bahwa pemutaran jalur ini harus dilakukan mengingat jembatan penghubung utama ke sekolah anaknya ditutup total untuk perbaikan.

​Tuntutan Warga Terhadap Kontraktor

​Meskipun mendukung penuh upaya perbaikan infrastruktur, warga merasa kecewa dengan perencanaan proyek yang dinilai kurang mempertimbangkan kebutuhan mobilisasi masyarakat sehari-hari.

​Monang Nasution menegaskan bahwa pihak kontraktor seharusnya telah menyiapkan solusi akses sementara sebelum memutuskan untuk menutup jembatan secara total.

​”Kami mendukung perbaikan ini, tapi seharusnya, sebelum jembatan ditutup, pihak kontraktor sudah membuat jembatan pembantu. Dengan begitu, masyarakat tetap bisa beraktivitas seperti biasa,” ujar Monang.

​Warga berharap agar pihak kontraktor segera bertindak cepat dengan membuat jembatan pembantu atau setidaknya menyediakan jalur sementara yang layak dilalui kendaraan roda dua. Hal ini penting untuk meminimalkan gangguan aktivitas harian warga, terutama pada jam-jam sibuk mengantar dan menjemput anak sekolah. (KR/lk)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani
Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue
Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina
Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim
Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet
Wujud Syukur, Kecamatan Sinunukan Gelar Makan Bersama dan Bubarkan Panitia HUT RI ke-81
Pengibaran Bendera HUT RI ke-81, Camat Naga Juang: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya dan Persatuan
Camat Panyabungan Utara Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Tekankan Persatuan dan Semangat Membangun Daerah
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani

Senin, 7 September 2026 - 17:36 WIB

Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet

Berita Terbaru