Sorotan Tajam Kasus OTT Aktivis: AMPUH Desak Kapolres Padangsidimpuan Bertindak Transparan

KompasReal.id

- Editor

Selasa, 7 Oktober 2025 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Padangsidimpuan – Empat orang aktivis di Kota Padangsidimpuan kabarnya ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polres Padangsidimpuan atas dugaan pemerasan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penangkapan ini telah menarik perhatian publik dan memicu seruan untuk transparansi dalam penanganan kasus ini.

Keempat tersangka, yang diidentifikasi sebagai DS, MAB, ZP, dan ARH, diduga memeras korban dengan ancaman akan mempublikasikan video pribadi yang diambil di Gold Dragon Medan.

Menurut laporan, para tersangka meminta sejumlah uang kepada korban agar tidak melakukan aksi demonstrasi pada 9 Oktober 2025.

Kronologi kejadian bermula pada 5 Oktober 2025, ketika korban dihubungi oleh seseorang bernama Ipnul untuk mengatur pertemuan dengan keempat terlapor di Kafe Dell, Kampung Marancar.

Dalam pertemuan tersebut, para tersangka mengklaim memiliki video pribadi korban dan mengancam akan melakukan demonstrasi jika permintaan mereka tidak dipenuhi.

Korban yang merasa terancam, mentransfer Rp3 juta ke akun Dana milik salah satu tersangka. Namun, permintaan terus berlanjut, dan pada 6 Oktober 2025, korban kembali diminta menyerahkan Rp15 juta secara tunai di Kembar Kafe.

Setelah uang diserahkan, Tim Opsnal Satreskrim Polres Padangsidimpuan langsung mengamankan para tersangka.

Dari tangan DS, polisi menemukan uang tunai Rp15 juta yang disimpan di saku jaketnya. Korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Padangsidimpuan untuk proses hukum lebih lanjut.

Reaksi dari Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH)

Ketua Umum AMPUH, M. Hadi Susandra Lubis, mendesak Kapolres Padangsidimpuan untuk membuka kasus ini secara transparan kepada publik.

“Kasus ini harus diungkap secara terang-benderang. Jangan ada yang ditutup-tutupi, karena publik berhak tahu,” ujarnya.

Hadi Lubis juga menyinggung kemungkinan adanya keterkaitan kasus ini dengan Gold Dragon Medan, dan meminta klarifikasi dari Wakil Walikota Padangsidimpuan.

Baca Juga :  Kodim 0212/Tapsel Bekuk Bandar Narkoba di Dua Lokasi Berbeda

“Kami akan meminta penjelasan resmi dari Polres dan Wakil Walikota Padangsidimpuan, berdasarkan Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik,” tambahnya.

Kasus ini menjadi ujian bagi aparat penegak hukum di Padangsidimpuan dalam menunjukkan komitmen terhadap supremasi hukum dan keadilan. (Tim)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani
Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue
Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina
Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim
Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet
Wujud Syukur, Kecamatan Sinunukan Gelar Makan Bersama dan Bubarkan Panitia HUT RI ke-81
Pengibaran Bendera HUT RI ke-81, Camat Naga Juang: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Karya dan Persatuan
Camat Panyabungan Utara Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Tekankan Persatuan dan Semangat Membangun Daerah
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani

Senin, 7 September 2026 - 17:36 WIB

Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Ketua BPD Muara Batang Angkola Klarifikasi Dugaan Bunga Tanah 5 Persen Dalam Aktivitas PETI Tapsel-Madina

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Dispora Madina Resmi Buka Open Turnamen Putra Mandiri Cup I Batahan, Diikuti 32 Tim

Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Tiga Rumah Warga Panyabungan Julu Terbakar, Dua Rumah Terpaksa Dirusak untuk Cegah Api Merembet

Berita Terbaru