KompasReal.id, Mandailing Natal – Sepasang spanduk tanpa identitas yang berisi desakan agar Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, mundur dari jabatannya serta tuntutan pengusutan dugaan pungutan liar (pungli), ditemukan terpasang di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di depan kantor KPU dan kawasan Pasar Baru Panyabungan pada Sabtu (11/4/2026).
Spanduk berlatar putih tersebut memuat kalimat bernada kritik keras, menyoroti isu kesejahteraan masyarakat hingga dugaan maraknya pungli yang dikaitkan dengan pengelolaan Dana Desa, Dana BOS, serta sertifikasi guru.
Salah satu isi spanduk berbunyi:
“Bupati gagal sejahterakan masyarakat Madina, dugaan banyaknya pungli, Saipullah Nasution harus mundur dari jabatannya.”
Kemunculan spanduk ini sontak menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas. Banyak yang mengaku baru melihat spanduk tersebut pada pagi hari, sehingga diduga dipasang pada malam hingga dini hari.
Seorang warga, Indra, mengaku terkejut dengan keberadaan spanduk tersebut. Ia menilai, meskipun berisi aspirasi, cara penyampaiannya terkesan tidak bertanggung jawab karena tidak mencantumkan identitas pihak yang memasang.
“Pagi ini baru terlihat, padahal semalam belum ada. Ini mungkin bentuk kekecewaan, tapi caranya terkesan provokatif karena tidak jelas siapa yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Indra menambahkan bahwa penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan secara terbuka dan disertai identitas yang jelas agar memiliki kredibilitas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal terkait kemunculan spanduk tersebut, meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan melalui pesan WhatsApp. (KR11/ISK).
Penulis : Kr11
Editor : Emas












