KompasReal.id, Teori konspirasi tentang Joe Biden yang digantikan oleh kloningan atau aktor bermasker telah menjadi viral di media sosial. Teori ini muncul setelah dokumen terkait skandal Jeffrey Epstein dirilis, yang memicu spekulasi tentang kemungkinan adanya konspirasi tingkat tinggi.
Menurut teori ini, Joe Biden yang asli sudah meninggal dan digantikan oleh sosok kloningan atau aktor bermasker yang dikontrol oleh kelompok “Deep State” untuk mengendalikan dunia. Teori ini juga menyebutkan bahwa seluruh masa jabatan kepresidenan Biden hanyalah sandiwara yang dirancang untuk mencapai tujuan tersebut.
Donald Trump, mantan presiden AS, telah menyebarkan teori konspirasi ini di media sosial, mengatakan bahwa Biden telah dieksekusi pada tahun 2020 dan digantikan oleh klon robot. Trump mengunggah ulang unggahan pengguna akun @llijh di platform Truth Social, yang berbunyi, “Tidak ada #JoeBiden yang dieksekusi pada tahun 2020. Kloning #Biden, kembaran, dan entitas tak berjiwa yang direkayasa secara robotik adalah apa yang Anda lihat”. ¹
Teori konspirasi ini telah memicu perdebatan panas di media sosial dan memecah publik. Banyak orang yang percaya bahwa teori ini adalah bukti adanya konspirasi tingkat tinggi, sementara yang lain menganggapnya sebagai teori konspirasi yang tidak berdasar.
Menurut para ahli, teori konspirasi seperti ini dapat berbahaya karena dapat memperkuat ideologi kelompok-kelompok ekstremis dan mengurangi kepercayaan pada bukti ilmiah. Selain itu, teori konspirasi juga dapat digunakan sebagai pembenaran oleh kelompok-kelompok teroris. ²
Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa teori konspirasi tidak sama dengan konspirasi yang sebenarnya. Teori konspirasi adalah penjelasan untuk suatu peristiwa atau situasi yang memicu persekongkolan oleh kelompok-kelompok jahat dan berkuasa, sementara konspirasi adalah tindakan nyata yang dilakukan oleh individu atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS
Sumber Berita: Id.wikipedia.org













