KompasReal.com, Padangsidimpuan – Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan meresmikan Masjid Al-Musannif Ulul Ilmi yang bertempat di lingkungan gedung-gedung fakultas dan program studi, Senin (1/9/2025).
Peresmian yang disaksikan ribuan pasang mata ini merupakan wujud nyata mimpi panjang civitas akademika untuk memiliki rumah ibadah yang megah di jantung kampus setelah 4 tahun 5 bulan penantian.
Di balik kemegahan bangunan berkapasitas 1.600 jamaah yang berdiri anggun ini, tersimpan kisah perjalanan panjang yang penuh lika-liku.
“Awalnya, pembangunan masjid ini dimulai pada Maret 2021. Mahasiswa, dosen, masyarakat, hingga pemerintah kota ikut bergotong royong memberikan sumbangan. Tapi karena keterbatasan dana, prosesnya sempat terhenti,” kenang Ratonggi Hasibuan, M.A., Ketua Panitia Pembangunan.
Asa yang nyaris pupus itu kembali hidup pada Agustus 2024, ketika Yayasan H. Anif hadir melanjutkan pembangunan. Dukungan penuh dari keluarga besar Dr. H. Musa Rajekshah, M.Hum — akrab disapa Ijeck — akhirnya membuat masjid rampung dengan megah dan anggun.
Amanah Sang Ayah
Bagi Musa Rajekshah, peresmian Masjid Al-Musannif Ulul Ilmi bukan sekadar acara formal. Ia menyebutnya sebagai wujud nyata amanah almarhum ayahnya, Haji Anif, yang berikrar membangun 99 masjid sebagai amal jariyah.
“Masjid ini adalah yang ke-56. Kami berharap, selain menjadi rumah ibadah, ia juga menjadi pusat peradaban Islam, melahirkan generasi berilmu dan berakhlak mulia,” tutur Ijeck dalam sambutannya, sebelum menandatangani prasasti dan memotong pita peresmian.
Lebih dari Bangunan Fisik
Bagi Rektor UIN Syahada, Prof. Dr. H. Muhammad Darwis Dasopang, M.Ag., kehadiran masjid ini adalah tonggak penting dalam perjalanan kampus.
“Masjid bukan sekadar bangunan fisik. Ia akan menjadi pusat spiritual, ilmiah, sekaligus pembinaan karakter mahasiswa. Bahkan, ke depan kita rencanakan pembangunan lantai dua untuk menampung jamaah yang terus bertambah,” ungkapnya penuh syukur.
Simbol Persatuan Tabagsel
Acara peresmian masjid juga menjadi momentum persatuan. Tampak hadir Wakil Wali Kota Padangsidimpuan H. Harry Pahlevi Harahap, pimpinan DPRD Kota dan Kabupaten, unsur TNI-Polri, Kemenag, ormas Islam, hingga para ulama dan tokoh masyarakat.
Mereka bersama-sama menyaksikan peristiwa bersejarah ini, yang diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, doa, hingga tausiah dari Dr. H. Azhar Sitompul, M.A.. Puncaknya, seluruh undangan melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah dan doa istighosah, mendoakan almarhum Haji Anif serta keselamatan bangsa.
Jejak Baru di Kampus Hijau
Kini, Masjid Al-Musannif Ulul Ilmi berdiri sebagai ikon baru UIN Syahada Padangsidimpuan. Ia bukan hanya tempat sujud, tapi juga simbol harapan, kebersamaan, dan dedikasi untuk mencetak generasi Muslim yang moderat, cerdas, dan berakhlak mulia.
“Semoga dari masjid ini lahir pemikir dan pejuang Islam yang membawa kebaikan untuk negeri,” pesan Musa Rajekshah menutup sambutannya.
Dan sejak hari itu, masjid ke-56 warisan Haji Anif ini tak lagi hanya sekadar mimpi. Ia telah menjadi kenyataan yang akan dikenang sepanjang masa di kampus kebanggaan Tabagsel. (KR/GM)













