KompasReal.id, Tapanuli Selatan – Menandai tahapan menjelang beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 MW, digelar upacara adat Manyantan Bendungan di Desa Luat Lombang, Dusun Bulu Payung, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda Tapanuli Selatan (Tapsel), pihak pengembang, dan masyarakat setempat.
Turut hadir Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Dandim 0212 Letkol Inf Dedi Harnoto, Kapolres AKBP Anton Santoso, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tapsel M. Emri Kurniawan, Sekda Sofyan Adil, Camat Sipirok, serta jajaran manajemen North Sumatra Hidro Energy (NSHE) yang dipimpin Direktur Fauzi Lailan, Project Director Ye Ling, Asisten Presiden Direktur Lu Yuqiang, dan Business Director Cao Fuan.
Dalam kesempatan itu, Muara Siregar menyoroti pentingnya penyelesaian sejumlah persoalan yang sempat mengemuka dan nyaris berujung ke jalur hukum.
“Kami berharap Bupati bersama pihak pengembang dapat duduk bersama kembali guna menemukan solusi terbaik bagi semua pihak,” ujarnya.
Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan, bendungan di Sungai Simarboru ini memiliki skala lebih besar dibanding Bendungan Sigura-gura, dengan daya dukung energi bersih mencapai 510 MW. Kehadirannya diharapkan memperkuat pasokan listrik di Tapsel dan sekitarnya, sekaligus menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
“Segala kendala yang muncul akan kita selesaikan bersama pengembang secara baik dan kekeluargaan,” tegas Gus Irawan.
Direktur NSHE Fauzi Lailan menegaskan pengembang menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Operasi penuh ditargetkan berjalan akhir tahun 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Terkait aspirasi masyarakat, pihaknya berkomitmen mempererat komunikasi, duduk bersama pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten guna merespons setiap masukan secara transparan dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan aksi kepedulian sosial berupa penyaluran bantuan beras kepada anak yatim sekitar lokasi proyek. (AS)
Editor : Paruhum












