Waspada Penipuan Berkedok Instansi Resmi: Kenali Cara Hindarinya

Redaksi

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025 - 18:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com,Jakarta — Di tengah maraknya aktivitas online dan digitalisasi layanan, masyarakat perlu berhati-hati terhadap modus penipuan lewat tautan (link) yang mengatasnamakan instansi pemerintah, BUMN, atau pejabat negara. Modus ini termasuk bagian dari praktik phishing — di mana pelaku berpura-pura menjadi pihak resmi agar korban mau membagikan data pribadi atau finansial.

Berikut cara menghadapi dan menghindari penipuan seperti itu:

Kenali Tanda-tandanya

  • Penipu sering mengirim pesan atau email dengan nama instansi resmi, tetapi alamat email atau nomor pengirim tidak sesuai dengan alamat resmi yang dikenal.
  • Link dalam pesan terasa “normal”, tetapi jika diperiksa lebih lanjut — URL berbeda dengan situs resmi, atau domain tampak kurang familiar.
  • Penawaran atau permintaan yang terkesan “terlalu bagus untuk menjadi kenyataan” — misalnya klaim mendapat bantuan besar, hadiah, atau janji kemudahan layanan — sering menjadi umpan.
  • Pesan terasa mendesak atau menekan agar kamu segera klik link, isi data, atau mentransfer uang. Tanda ini sangat umum pada serangan phishing.

Langkah-langkah Menghindarinya

  1. Periksa keaslian pengirim — jika kamu menerima pesan/email yang mengaku dari instansi resmi, pastikan alamat email, nomor telepon, atau akun media sosial sesuai dengan kontak resmi lembaga tersebut — bukan alamat acak atau samar.
  2. Jangan klik link atau lampiran sembarangan — sebelum klik, hover kursor (jika di laptop/PC) untuk melihat URL asli; jika mencurigakan, abaikan. Hindari membuka lampiran dari sumber tak dikenal.
  3. Jangan memberi informasi pribadi atau finansial secara daring — lembaga resmi jarang meminta data sensitif (seperti nomor KTP, rekening, PIN, OTP, dsb.) melalui tautan acak; jika ada permintaan seperti ini, besar kemungkinan itu palsu.
  4. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA/MFA) pada akun penting (email, perbankan, media sosial) — ini menambah lapisan keamanan jika password kamu bocor.
  5. Selalu menggunakan situs resmi dengan protokol aman (https://) saat mengunjungi layanan daring — hindari memasukkan data ketika situs belum menggunakan protokol aman.
  6. Verifikasi langsung melalui saluran resmi — jika ada pesan dari seseorang yang mengaku pejabat/instansi, hubungi nomor resmi atau laman resmi instansi terkait sebelum mempercayainya atau klik link.
Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Sumbar Rabu 4 Februari 2026, Hujan Ringan Dominasi Sejumlah Kota

 Kenali Bahaya dan Sebarkan Kesadaran

  • Penipuan dengan modus “ini dari pemerintah / BUMN” bisa menjerat siapa saja — termasuk mereka yang sangat berhati-hari. Karena itu, edukasi ke keluarga, teman, dan komunitas penting agar semua lebih waspada.
  • Jika menemukan URL, tautan, atau pesan mencurigakan — laporkan ke instansi terkait atau aparat yang berwenang agar bisa dicegah bagi korban lain.KR03

 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Malapraktik Prosedural: Ketika Laporan Polisi Menjadi Bumerang Tanpa Somasi
Ketika Persia dan Yahudi Berjalan Bersama: Membaca Ulang Narasi Akhir Zaman di Tengah Skenario Tehran
Brigjen Faridah Faisal, Perempuan Pertama Jabat Kepala Pengadilan Militer Utama, Alumni Unhas
KompasReal.id Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2026
Penjaga Warisan Batak Toba: Kisah Penenun Ulos di Pematangsiantar yang Tak Pernah Menyerah di Era Digital
Swarnadwipa: Warisan dan Fakta di Balik Julukan “Pulau Emas” Sumatr
Inkonsistensi Trias Politica: Ketika Yudikatif Mengambil Peran Legislatif
Victoria Severine Liono, Siswi SD asal Indonesia Raih Gelar Juara Dunia Sains di Bali
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 15:35 WIB

Malapraktik Prosedural: Ketika Laporan Polisi Menjadi Bumerang Tanpa Somasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 06:12 WIB

Ketika Persia dan Yahudi Berjalan Bersama: Membaca Ulang Narasi Akhir Zaman di Tengah Skenario Tehran

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:40 WIB

Brigjen Faridah Faisal, Perempuan Pertama Jabat Kepala Pengadilan Militer Utama, Alumni Unhas

Senin, 9 Februari 2026 - 08:57 WIB

KompasReal.id Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:19 WIB

Penjaga Warisan Batak Toba: Kisah Penenun Ulos di Pematangsiantar yang Tak Pernah Menyerah di Era Digital

Berita Terbaru

Mimbar jumat

Menghindari Suuzon, Menjaga Hati dan Persaudaraan

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:04 WIB