KompasReal.id. Kementerian Agama Republik Indonesia menerima bantuan sekitar 100 ton kurma dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. Bantuan yang tiba menjelang Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi ini merupakan bagian dari alokasi rutin tahunan Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia. Momen ini sekaligus menandai konsistensi hubungan erat kedua negara dalam nuansa keagamaan dan kemanusiaan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa tahun ini Indonesia kembali menerima kurma dengan kualitas terbaik, sebagaimana yang telah menjadi tradisi dalam beberapa tahun terakhir. “Ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga simbol persaudaraan Islam yang kuat antara Indonesia dan Arab Saudi,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, akan segera menyalurkan kurma tersebut kepada pihak-pihak yang berhak menerima. Proses distribusi direncanakan berlangsung secara transparan dan tepat sasaran, terutama menjangkau pesantren, panti asuhan, masjid, serta komunitas masyarakat prasejahtera di berbagai daerah. Hal ini dilakukan agar berkah Ramadan dapat dirasakan secara luas oleh umat.
Nasaruddin juga menyoroti makna khusus kurma Arab Saudi bagi masyarakat Indonesia. Buah yang identik dengan tradisi berbuka puasa ini telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Ramadan di Tanah Air. “Kehadiran kurma dari Tanah Suci selalu dinanti, karena membawa nilai spiritual dan historis yang mendalam bagi umat Islam Indonesia,” tambahnya.
Bantuan tahunan ini tidak hanya memperkuat tali persaudaraan antara kedua kerajaan, tetapi juga mencerminkan kepedulian sosial yang berkelanjutan. Dengan diterimanya bantuan tersebut, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis Arab Saudi dalam berbagai bidang, termasuk keagamaan dan diplomasi kemanusiaan.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Inilah.com












