Dua Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor di Desa Simanguntong, Satu Lainnya Masih Dirawat

KompasReal.id

- Editor

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal – Musibah longsor menimpa lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Simanguntong, Kecamatan Batang Natal, pada Rabu (18/3/2026). Tiga orang penambang yang sedang bekerja tertimbun material tanah, di mana dua di antaranya meninggal dunia dan satu orang berhasil diselamatkan.

Korban yang wafat yakni Martaon (40), warga Desa Simanguntong, dan Amri (46), warga Ampung Padang. Kedua korban telah dimakamkan oleh keluarga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat pada Kamis (19/3/2026) usai salat zuhur.

Sementara korban selamat, yang identitasnya belum diumumkan secara resmi namun dikenal sebagai Kholidin, saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit di wilayah Mandailing Natal.

Camat Batang Natal, Wahyu Siregar, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, ada kejadian longsor di lokasi PETI Desa Simanguntong. Dua orang meninggal dunia, sementara identitas korban masih dalam proses pendataan. Laporan sementara juga sudah kami sampaikan kepada pimpinan,” ujarnya.

Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Bagus Priyandi, S.I.K., M.Si, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Belum ada rincian lebih lanjut terkait perkembangan penyelidikan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi maupun pihak yang diduga sebagai pemilik lahan tambang.

Lokasi kejadian merupakan salah satu titik aktivitas PETI yang menggunakan mesin dompeng untuk mengambil material pasir yang mengandung butiran emas dari aliran sungai maupun area galian. Dompeng berfungsi untuk menyedot dan mengolah material, kemudian dicuci agar butiran emas yang memiliki massa lebih berat dapat mengendap dan dipisahkan dari pasir.

Aktivitas tersebut dinilai tidak profesional, tidak memperhatikan keselamatan kerja, dan tidak ramah lingkungan. Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang kecelakaan kerja di lokasi pertambangan emas ilegal di Kecamatan Batang Natal, mengingat insiden serupa telah berulang kali terjadi dan memakan korban jiwa.

Baca Juga :  Kreativitas Anak Desa Hutabargot Lombang Sambut Idul Fitri dengan Balit Tubuh dari Dedaunan

Sejumlah kalangan mengungkapkan keprihatinan karena penanganan terhadap praktik pertambangan ilegal di wilayah ini belum menunjukkan langkah tegas dan berkelanjutan. Bahkan, dalam beberapa kasus sebelumnya, peristiwa kecelakaan yang menelan korban jiwa kerap berlalu tanpa kejelasan proses hukum.

Terpisah, berdasarkan informasi dari warga setempat, kasus tewasnya kedua penambang tersebut telah berakhir dengan “jalan damai” antara keluarga korban dan oknum yang diduga bertanggung jawab di lokasi tambang. Penyelesaian non-formal ini dinilai berpotensi mengaburkan pertanggungjawaban hukum dan tidak menyentuh akar persoalan. (KR02)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konfirmasi Belum Ditanggapi, Dugaan PETI di Sipogu Masih Menunggu Klarifikasi
Dinas PUPR Madina dan Insan Pers Perkuat Sinergi Dorong Siabu Jadi Lumbung Pangan Tabagsel
SMA Negeri 1 Sinunukan Bersholawat, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Generasi Muda
Akun TikTok Ucok Botol Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Sipogu, APH Dipertanyakan
Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Semangat Gotong Royong Masyarakat Menguat
Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Pemkab Madina Dorong Semangat Kebersamaan
Camat Linggabayu Turun Tangan Bersihkan Batang Kayu yang Tutup Jalan Desa Sikumbu
Proyek Parit Jalan Provinsi di Lembah Sorik Marapi Disorot Warga, Material Dinilai Ganggu Pengguna Jalan
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Konfirmasi Belum Ditanggapi, Dugaan PETI di Sipogu Masih Menunggu Klarifikasi

Senin, 14 September 2026 - 20:06 WIB

Dinas PUPR Madina dan Insan Pers Perkuat Sinergi Dorong Siabu Jadi Lumbung Pangan Tabagsel

Minggu, 13 September 2026 - 23:47 WIB

SMA Negeri 1 Sinunukan Bersholawat, Tanamkan Keteladanan Rasulullah kepada Generasi Muda

Minggu, 13 September 2026 - 21:44 WIB

Akun TikTok Ucok Botol Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Sipogu, APH Dipertanyakan

Minggu, 13 September 2026 - 16:54 WIB

Pesta Pembangunan Gereja HKBP Aek Nauli Digelar, Semangat Gotong Royong Masyarakat Menguat

Berita Terbaru