KompasReal.com,Padang Sidempuan— kembali diguyur hujan deras selama tiga hari berturut-turut, memicu sejumlah titik tanah longsor dan banjir di kota tersebut. Di kawasan Sadabuan, Ujung Padang, serta daerah pinggiran kota lainnya, aliran air meresap ke tanah dan memperlemah kontur lereng, sehingga longsor mulai terjadi. Kondisi ini semakin diperparah oleh luapan Sungai Batang Ayumi, yang airnya naik tajam setelah hujan panjang.
Masyarakat di bantaran sungai khususnya resah. Salah satunya Indra Pul—warga yang bermukim di pinggiran Batang Ayumi—mengaku sudah mulai waspada. “Kami sedang bersiap-siap jika air sungai tiba-tiba meluap. Ini sudah tidak seperti hujan biasa,” ujarnya. Ia menuturkan bahwa rumah dan lingkungan sekitarnya kini berada dalam kondisi siaga, terutama jika debit sungai terus naik.
Hingga siang ini, pemerintah kota belum mengeluarkan himbauan darurat atau peringatan evakuasi kepada warga meskipun intensitas hujan masih tinggi. Warga berharap agar Pemko segera memberikan arahan formal, mengingat potensi banjir dan longsor semakin mengancam. Tanpa instruksi resmi, kekhawatiran masyarakat semakin meningkat karena tekanan air sungai belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Sementara itu, data dari BPBD menyebut kerap terjadi dampak kerusakan pada pemukiman pinggiran dan akses jalan karena longsoran material tanah. Sebelumnya pada Maret lalu, hujan deras juga menimbulkan banjir dan longsor di Kota Padang Sidempuan dan mengakibatkan lebih dari 1.500 warga terdampak.
Para relawan dan warga lokal kini tengah memantau tinggi muka air sungai sambil menyiapkan langkah darurat. Namun, tanpa dukungan koordinasi dari pihak berwenang, kesiapsiagaan warga tetap terbatas. Harapan kini tertuju pada tindakan cepat dari Pemko untuk memberi panduan dan mitigasi bencana agar potensi kerusakan dan kerugian bisa lebih kecil.KR03












