KADIN Dukung Langkah Mendagri Libatkan IPDN Tangani Bencana di Sumatera

Redaksi

- Editor

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, MEDAN |
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Andi Yuslim Patawari, menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap kebijakan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang menugaskan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk terlibat langsung dalam penanganan bencana alam di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.

Menurut Andi, pelibatan IPDN merupakan langkah strategis dalam memperkuat penanganan bencana, khususnya di wilayah Sumatera yang saat ini tengah menghadapi berbagai dampak bencana alam. Kehadiran praja IPDN di lapangan dinilai mampu membantu pemerintah daerah dalam mempercepat proses tanggap darurat dan pemulihan.

“IPDN memiliki sumber daya manusia yang memahami tata kelola pemerintahan, manajemen lapangan, dan koordinasi antarinstansi. Ini sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat,” ujar Andi Yuslim Patawari dalam keterangannya, pers Senin 12 Januari 2026

Ia menjelaskan, praja IPDN berperan membantu pendataan korban dan kerusakan akibat bencana, termasuk infrastruktur dan permukiman warga. Data tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dan pusat dalam menentukan kebijakan lanjutan.

Selain itu, IPDN juga berperan dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, BPBD, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan relawan, sehingga penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak dapat berjalan tertib dan tepat sasaran.

“Pelayanan publik harus tetap berjalan meski dalam kondisi krisis. IPDN membantu pengelolaan posko pengungsian, distribusi logistik, hingga pelayanan administrasi darurat bagi warga,” jelasnya.

Andi Yuslim Patawari menambahkan, penanganan bencana membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk dunia usaha. KADIN, kata dia, siap mendorong anggotanya untuk turut membantu melalui bantuan kemanusiaan dan dukungan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, khususnya di daerah-daerah Sumatera.
“Pemulihan ekonomi masyarakat menjadi kunci agar daerah terdampak bencana dapat segera bangkit,” ujarnya.

Baca Juga :  Gunung Semeru Meletus, Pendaki Dievakuasi dan Warga Mengungsi

Ia juga menilai, keterlibatan IPDN memberikan manfaat jangka panjang dalam penguatan sistem kebencanaan nasional serta menjadi pembelajaran penting bagi praja sebagai calon aparatur negara.

“Kebijakan ini menunjukkan negara hadir di tengah masyarakat dan patut dijadikan contoh penanganan bencana yang terintegrasi,” pungkasnya.KR03

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangdam XXIII/Palaka Wira Berikan Semangat dan Motivasi Prajurit Peserta Lomba Pencak Silat Militer Virtual Tahun 2026
Kasdam XVIII/Kasuari Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 : Perkokoh Persatuan dan Semangat Kebangsaan
Kasad Beri Penghormatan Terakhir kepada Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Wafat, Indonesia Kehilangan Tokoh Militer Senior
Pemerintah Perketat Akses Medsos untuk Anak, Akun di Bawah Usia 16 zMulai di Batasi
Satgas Yonif 643/Wns Gelar Penyuluhan Kesehatan di Perbatasan
Menhan RI Kunjungi Papua Barat : Kobarkan Semangat Prajurit dan Perkuat Pengabdian untuk NKRI di Tanah Papua
Buronan Curanmor Menyerahkan Diri, Takut Ditembak Polisi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:54 WIB

Pangdam XXIII/Palaka Wira Berikan Semangat dan Motivasi Prajurit Peserta Lomba Pencak Silat Militer Virtual Tahun 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:57 WIB

Kasdam XVIII/Kasuari Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 : Perkokoh Persatuan dan Semangat Kebangsaan

Senin, 1 Juni 2026 - 22:05 WIB

Kasad Beri Penghormatan Terakhir kepada Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:04 WIB

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu Wafat, Indonesia Kehilangan Tokoh Militer Senior

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Perketat Akses Medsos untuk Anak, Akun di Bawah Usia 16 zMulai di Batasi

Berita Terbaru