Yakutsk, Kota Terdingin di Dunia: Suhu Minus 50 Derajat, Air Panas Membeku di Udara

Redaksi

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Yakutsk dikenal sebagai kota terdingin di dunia yang berada di Siberia Timur, Rusia. Saat musim dingin, suhu di kota ini bisa bertahan di kisaran minus 40 hingga minus 50 derajat Celsius. Dalam kondisi ekstrem tersebut, udara terasa sangat kering hingga napas manusia tampak membeku dan suara langkah kaki terdengar lebih nyaring di permukaan tanah.

Fenomena unik kerap terjadi di Yakutsk, salah satunya ketika air mendidih disiram ke udara lalu langsung berubah menjadi kristal es sebelum menyentuh tanah. Hal yang nyaris mustahil di banyak wilayah dunia ini justru menjadi pemandangan biasa bagi warga setempat selama musim dingin panjang yang berlangsung hampir delapan bulan.

Suhu ekstrem juga memengaruhi kehidupan sehari-hari, terutama kendaraan dan bangunan. Mobil jarang dimatikan karena mesin berisiko membeku total jika terlalu lama berhenti. Bangunan di Yakutsk pun tidak dibangun menempel tanah, melainkan berdiri di atas tiang beton untuk mencegah panas bangunan mencairkan lapisan tanah beku permanen atau permafrost.

Masalah air menjadi tantangan tersendiri. Pipa air tidak ditanam di dalam tanah karena akan langsung membeku. Banyak rumah tidak memiliki air mengalir sepanjang waktu dan mengandalkan pasokan dari truk air atau penyimpanan dalam wadah besar. Aktivitas sederhana seperti mencuci pakaian harus dilakukan dengan cepat agar air tidak membeku di pipa dan selang.

Meski hidup di suhu ekstrem, aktivitas warga Yakutsk tetap berjalan normal. Pasar tradisional tetap ramai dengan ikan beku alami tanpa lemari pendingin, sekolah tetap buka, dan anak-anak masih bermain di luar dengan pakaian berlapis-lapis. Di Yakutsk, manusia tidak menaklukkan alam, melainkan bertahan hidup dengan menyesuaikan diri pada dingin yang menjadi bagian dari keseharian.KR03

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —
Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 
Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik
Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi
Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik
Trump Tertekan, Iran Unggul di Perang Politik
Mehdi Taremi Siap Tinggalkan Olympiacos, Kembali ke Iran Demi Membela Negara
Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serangan Terhadap Rudal Iran
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:27 WIB

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —

Senin, 9 Maret 2026 - 00:52 WIB

Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:25 WIB

Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:29 WIB

Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:00 WIB

Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB