KompasReal.id, Sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah terungkap tidak adanya aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut, meski tercatat sebagai penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar terkait validitas data penerima program nasional tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa sekolah tersebut sudah lama tidak memiliki siswa aktif. Namun, dalam data administrasi, SDN itu masih tercantum sebagai sekolah operasional dan rutin menerima alokasi MBG. Bahkan, bangunan sekolah disebut-sebut hanya dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul, ngopi, hingga hiburan musik.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan klarifikasi. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesesuaian antara data penerima program dengan kondisi riil di lapangan, sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan anggaran negara.
Kepala Dinas Pendidikan Sampang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir adanya sekolah fiktif atau data yang dimanipulasi. Jika terbukti terdapat pelanggaran, pihak terkait akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk pencabutan status penerima bantuan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran. Pemerintah daerah diharapkan lebih aktif melakukan verifikasi data sekolah demi memastikan program nasional benar-benar memberi manfaat bagi peserta didik yang berhak.KR03
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS













