KompasReal.id, Pemerintah Australia secara resmi memanggil Duta Besar Laos di Canberra dan menyampaikan protes keras terkait penanganan kasus kematian enam turis — termasuk dua remaja asal Melbourne — akibat keracunan metanol saat berlibur di Vang Vieng, Laos pada November 2024. Tindakan diplomatik ini dilakukan di tengah kritik keluarga korban terhadap respons Laos dan pemerintah Australia sendiri.
Dua remaja perempuan Australia, Holly Morton-Bowles dan Bianca Jones, keduanya berusia 19 tahun, meninggal setelah mengonsumsi koktail yang terkontaminasi metanol di kawasan wisata populer tersebut, menyebabkan lima turis asing lainnya juga meninggal dunia.
Keluarga korban mengkritik kurangnya komunikasi dan transparansi dari pihak Laos serta Australia, menyatakan bahwa mereka tidak diberi informasi memadai tentang perkembangan penyelidikan dan proses peradilan di Laos, bahkan mengetahui beberapa keputusan pengadilan melalui keluarga korban dari negara lain.
Pengadilan di Vang Vieng menjatuhi hukuman ringan kepada 10 staf hostel yang terlibat, memberi denda sekitar USD 185 dan hukuman percobaan karena merusak barang bukti, meski tidak ada tuduhan langsung atas kematian para turis. Hukuman ini memicu kemarahan publik dan keluarga korban karena dinilai tidak setimpal dengan tragedi yang terjadi.
Pemerintah federal Australia — termasuk Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Penny Wong — menegaskan mereka mendesak Laos untuk memberikan pertanggungjawaban penuh dan penyelidikan yang transparan atas tragedi itu, sambil juga berjanji untuk mendukung keluarga korban dalam mencari keadilan.
SBS
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS
Sumber Berita: Sbs news













