KompasReal.id, Jakarta, Berita Nasional — Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa rangkaian kebijakan fiskal dirancang dengan tujuan utama menjaga keseimbangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Pernyataan ini disampaikan dalam beberapa kesempatan resmi di awal 2026, di tengah dinamika pasar dan tekanan ekonomi global.
Menkeu Purbaya menilai bahwa kombinasi kebijakan fiskal pro-growth dan pengetatan disiplin anggaran pada paruh kedua tahun lalu berhasil membalikkan arah ekonomi ke trajektori yang lebih menguat, sehingga fondasi APBN 2026 dianggap lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Kebijakan tersebut mencakup pengelolaan belanja negara, kontrol defisit, serta optimalisasi penerimaan pajak dan bea masuk.
Langkah kebijakan fiskal ini tetap diuji oleh kritik dan kekhawatiran dari pelaku pasar. Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyatakan pemerintah akan tetap menjalankan program prioritas besar seperti program free meals, meskipun mendapat sorotan karena potensi membebani anggaran sekaligus memicu sentimen negatif terhadap pasar modal. Pemerintah menegaskan program tersebut didanai melalui efisiensi dan tetap berada di bawah batas defisit APBN 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Investor dan analis pasar memang mengamati gejolak pasar keuangan Indonesia yang dipicu oleh kekhawatiran terhadap arah fiskal dan definisi keseimbangan anggaran. Laporan terbaru menyebut bahwa sentimen pasar melemah menyusul kekhawatiran bahwa strategi kebijakan fiskal yang pro-growth dapat menantang disiplin fiskal tradisional, meskipun pemerintah tetap optimis dapat mengelola risiko tersebut.
Di sisi legislatif dan perencanaan anggaran, pemerintah bersama DPR RI baru saja membuka pembahasan awal terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027, menandai kontinuitas proses penetapan kebijakan fiskal yang berfokus pada realokasi anggaran untuk prioritas pembangunan nasional sambil mempertahankan disiplin anggaran.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Kemekeu go.id












