Menkeu Purbaya: Kebijakan Pro-Growth Berhasil Balikkan Arah Ekonomi, Fondasi

Redaksi

- Editor

Senin, 16 Februari 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Jakarta, Berita Nasional — Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa rangkaian kebijakan fiskal dirancang dengan tujuan utama menjaga keseimbangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Pernyataan ini disampaikan dalam beberapa kesempatan resmi di awal 2026, di tengah dinamika pasar dan tekanan ekonomi global.

Menkeu Purbaya menilai bahwa kombinasi kebijakan fiskal pro-growth dan pengetatan disiplin anggaran pada paruh kedua tahun lalu berhasil membalikkan arah ekonomi ke trajektori yang lebih menguat, sehingga fondasi APBN 2026 dianggap lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Kebijakan tersebut mencakup pengelolaan belanja negara, kontrol defisit, serta optimalisasi penerimaan pajak dan bea masuk.

Langkah kebijakan fiskal ini tetap diuji oleh kritik dan kekhawatiran dari pelaku pasar. Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyatakan pemerintah akan tetap menjalankan program prioritas besar seperti program free meals, meskipun mendapat sorotan karena potensi membebani anggaran sekaligus memicu sentimen negatif terhadap pasar modal. Pemerintah menegaskan program tersebut didanai melalui efisiensi dan tetap berada di bawah batas defisit APBN 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Investor dan analis pasar memang mengamati gejolak pasar keuangan Indonesia yang dipicu oleh kekhawatiran terhadap arah fiskal dan definisi keseimbangan anggaran. Laporan terbaru menyebut bahwa sentimen pasar melemah menyusul kekhawatiran bahwa strategi kebijakan fiskal yang pro-growth dapat menantang disiplin fiskal tradisional, meskipun pemerintah tetap optimis dapat mengelola risiko tersebut.

Di sisi legislatif dan perencanaan anggaran, pemerintah bersama DPR RI baru saja membuka pembahasan awal terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027, menandai kontinuitas proses penetapan kebijakan fiskal yang berfokus pada realokasi anggaran untuk prioritas pembangunan nasional sambil mempertahankan disiplin anggaran.

Baca Juga :  Rahasia Kulit Glowing dengan Masker Kentang, Ini Manfaat dan Cara Membuatnya!

 

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: Kemekeu go.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SUCOFINDO Dorong Transformasi Pariwisata Kutai Barat melalui Penerapan SNI 9042:2021 CHSE
BRI Region 6 dan YBM BRI Jakarta Berbagi Santunan Anak Yatim Muharam
Peringati Hari Buruh Nasional, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional VI Berikan Apresiasi kepada Pekerja di Kota Langsa
BRI Region 6 Ikuti Puncak Peringatan HUT SP BRI Secara Daring, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan
Wujud Kepedulian Sosial, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Hewan Kurban Senilai Rp480 Juta untuk 1.650 Penerima Manfaat
Jurusan Finance International: Rahasia Lolos CFA Lebih Cepat
BRI KCP Pasar Induk Kramat Jati Hadirkan Layanan Weekend Banking Saat Libur
BRI KCP Rawasari Layani Nasabah Tetap Optimal Saat Libur Weekend
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 21:27 WIB

SUCOFINDO Dorong Transformasi Pariwisata Kutai Barat melalui Penerapan SNI 9042:2021 CHSE

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:06 WIB

BRI Region 6 dan YBM BRI Jakarta Berbagi Santunan Anak Yatim Muharam

Senin, 22 Juni 2026 - 05:36 WIB

Peringati Hari Buruh Nasional, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional VI Berikan Apresiasi kepada Pekerja di Kota Langsa

Senin, 22 Juni 2026 - 03:08 WIB

BRI Region 6 Ikuti Puncak Peringatan HUT SP BRI Secara Daring, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan

Rabu, 3 Juni 2026 - 05:56 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Hewan Kurban Senilai Rp480 Juta untuk 1.650 Penerima Manfaat

Berita Terbaru