Konflik Timur Tengah Memanas, Dunia Desak De-Eskalasi Segera

Redaksi

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah eskalasi militer antara Israel dan Iran memicu kekhawatiran global. Serangkaian serangan dan ancaman balasan dalam beberapa hari terakhir membuat situasi keamanan kawasan semakin tidak menentu, dengan risiko meluas ke negara-negara tetangga.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan dukungannya terhadap langkah keamanan sekutunya, sementara Iran menegaskan akan memberikan respons tegas atas setiap agresi yang dianggap melanggar kedaulatan. Pernyataan keras dari kedua belah pihak memperkuat kekhawatiran akan potensi konflik terbuka yang lebih luas.

Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan penahanan diri dan membuka jalur diplomasi untuk mencegah korban sipil bertambah. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan darurat guna membahas dampak kemanusiaan dan stabilitas regional yang terancam akibat konflik tersebut.

Ketegangan ini juga berdampak pada stabilitas ekonomi global, terutama pada harga minyak dunia dan jalur distribusi energi di kawasan Teluk. Sejumlah maskapai internasional dilaporkan mengalihkan rute penerbangan demi alasan keamanan, sementara pasar keuangan merespons dengan volatilitas yang meningkat.

Pengamat politik internasional menilai, tanpa langkah diplomasi intensif, konflik ini berpotensi menyeret aktor regional lain dan memperluas instabilitas di Timur Tengah. Seruan perdamaian kini menjadi fokus utama komunitas global demi mencegah krisis kemanusiaan dan gejolak geopolitik yang lebih besar.

 

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: Aljazeera

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —
Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 
Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik
Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi
Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik
Trump Tertekan, Iran Unggul di Perang Politik
Mehdi Taremi Siap Tinggalkan Olympiacos, Kembali ke Iran Demi Membela Negara
Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serangan Terhadap Rudal Iran
Berita ini 16 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:27 WIB

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —

Senin, 9 Maret 2026 - 00:52 WIB

Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:25 WIB

Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:29 WIB

Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:00 WIB

Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB