KompasReal.id, Jakarta — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah pusat bersama instansi terkait tengah mempersiapkan skema komprehensif untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik masyarakat. Berbagai sektor transportasi mulai dari darat, laut, hingga udara telah menyiapkan protokol khusus guna memastikan kelancaran dan keselamatan pemudik selama periode libur Lebaran tahun ini.
Kementerian Perhubungan mencatat bahwa puncak arus mudik diprediksi terjadi pada pertengahan Maret 2026, dengan estimasi jumlah pemudik mencapai puluhan juta orang. Untuk mengakomodasi mobilitas massal ini, pemerintah menggelar program Mudik Gratis Presisi yang telah menarik minat lebih dari 32.000 pendaftar. Program ini mencakup berbagai moda transportasi mulai dari kereta api, bus, hingga kapal laut dengan rute-rute strategis ke berbagai destinasi di Pulau Jawa, Sumatera, dan wilayah timur Indonesia.
Dalam sektor transportasi darat, Kepolisian Republik Indonesia mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan jalur-jalur mudik utama. Kapolri telah meninjau langsung beberapa titik krusial seperti Stasiun Surabaya Gubeng dan Terminal Purabaya untuk memastikan pelayanan optimal. Sepuluh pos pengamanan khusus didirikan di jalur Pantura dan Pantai Selatan Jawa, dilengkapi dengan fasilitas kesehatan dan bengkel darurat untuk membantu pemudik yang mengalami kendala di perjalanan.
Di sektor kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI) menempatkan 14 pos kesehatan di berbagai terminal, stasiun, dan tempat wisata strategis di DKI Jakarta. Pos-pos ini dilengkapi dengan tenaga medis dan ambulans siaga untuk memberikan pertolongan pertama kepada pemudik yang membutuhkan. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema mitigasi khusus bagi jemaah umrah yang berencana pulang ke Tanah Air selama periode Lebaran.
PLN memastikan pasokan listrik tetap stabil selama Ramadhan dan Lebaran dengan melakukan pemeliharaan jaringan di berbagai wilayah. Sementara itu, Pelni memprediksi puncak arus mudik melalui transportasi laut akan terjadi pada 18 Maret 2026, dengan menambah frekuensi pelayaran dan kapasitas armada kapal. Pemerintah juga mempercepat pengurangan kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk dengan menambah jumlah kapal penyeberangan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik dari Pulau Jawa menuju Bali.
Berbagai daerah juga turut berpartisipasi dalam persiapan mudik nasional. Kabupaten Temanggung menyiapkan empat pos pengamanan di jalur lintas tengah Jawa, sementara Polres Banjar mengerahkan 250 personel dan menyiapkan delapan pos mudik di wilayahnya. Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali mengusulkan remisi khusus bagi 2.600 narapidana dalam rangka perayaan Nyepi dan Idul Fitri guna mengurangi beban fasilitas pemasyarakatan selama libur panjang.
—
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: KompasReal.id














