Pesan Ayatullah Abbasi, Rektor Universitas Internasional Al-Mustafa‌ Iran, kepada Syaikh Al-Azhar Mesir

Redaksi

- Penulis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kepada Yang Terhormat, Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ahmad At-Thayyib

Imam Besar dan Syaikh Al-Azhar.

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Saya ingin menyampaikan keheranan dan keprihatinan saya yang mendalam atas pernyataan Dewan Fatwa Al-Azhar yang dikeluarkan beberapa hari terakhir ini, di tengah-tengah agresi biadab Amerika Serikat dan sekutu regionalnya yang keji, yaitu rezim pendudukan Zionis.

 

Pernyataan tersebut, di satu sisi menekankan pentingnya menjaga kesucian darah kaum muslimin dan mematuhi hukum internasional, namun di sisi lain mengutuk tindakan militer Republik Islam Iran yang ditujukan terhadap pos-pos Amerika dan rezim Zionis di negara-negara kawasan. Pernyataan itu menggambarkan serangan-serangan tersebut sebagai langkah yang mendorong ketidakstabilan kawasan.

 

Beberapa poin terkait hal ini ingin saya sampaikan kepada Anda:

 

1. Anda tentu mengetahui bahwa Amerika dan Israel, di tengah-tengah proses perundingan, dengan tujuan meruntuhkan dan memecah-belah Iran Islam, di bulan suci Ramadhan menyerang wilayah Iran Islam. Mereka gugurkan Imam dan Pemimpin Besar, seorang ulama, serta sejumlah komandan militer dan sebagian rakyat Iran Islam yang terzalimi. Apakah menurut pandangan Anda dan Dewan Fatwa Al-Azhar, bangsa Iran dan kekuatan militernya dalam situasi seperti ini memiliki pilihan selain untuk melawan? Mengapa Anda dan dewan tersebut tidak merasa perlu untuk mengutuk agresi terbuka terhadap wilayah sebuah negara Islam yang dilakukan oleh kaum Yahudi Zionis ini? Bukankah ini sesuai dengan sabda Nabi Besar Muhammad SAW: “Barang siapa yang mendengar seruan seorang muslim ‘Wahai kaum muslimin, tolonglah!’ lalu ia tidak memenuhinya, maka ia bukanlah seorang muslim.” Dalam kondisi darurat yang menimpa umat muslim Iran, apa pembenaran atas sikap diam ini?

Baca Juga :  Di Balik Kemegahan Hong Kong: Neraka Sempit Bernama "Rumah Peti Mati"

 

2. Dalam pernyataan Dewan Fatwa Al-Azhar, mengutuk serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara kawasan. Sungguh aneh! Amerika menggunakan fasilitas yang berada di negara-negara kawasan untuk menyerang sebuah negara Islam, dan sebagai tanggapan, kekuatan militer kami melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan mereka, mengingat penerbangan pesawat-pesawat Amerika persis berasal dari pangkalan-pangkalan tersebut. Namun, yang sangat mengejutkan, Dewan Fatwa Al-Azhar mengabaikan serangan pihak agresor dan malah mengutuk hak internasional dan hukum kami untuk membela diri secara sah serta menghukum pihak agresor! Bukankah Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Al-Karim: “Maka barangsiapa menyerang kamu, maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadapmu.” (QS. Al-Baqarah: 194). Apakah Anda tidak berpikir bahwa para pengikut Anda akan menghadapi kebingungan (keraguan) ketika dihadapkan pada pendekatan ganda (standar ganda) dan ketidakpatuhan terhadap perintah Al-Qur’an ini?

 

3. Disebutkan dalam pernyataan tersebut, mengutuk serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di negara-negara kawasan. Prof. Dr. At-Thayyib, mengapa Dewan Fatwa universitas Anda tidak memberikan peringatan kepada negara-negara tetangga ini agar tidak menyerahkan wilayah negara Islam kepada orang-orang kafir harbi (yang memerangi Islam) Amerika? Bukankah Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’anul Karim: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin (aulia), sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (QS. Al-Maidah: 51). Dan dalam ayat lain: “Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah.” (QS. Ali Imran: 28). Bukankah menyerahkan wilayah dan langit sebuah negara Islam kepada orang-orang kafir harbi ini merupakan bentuk nyata dari pelanggaran terhadap perintah-perintah ilahi dan Al-Quran ?

Baca Juga :  Demi Prinsip, Denzel Washington Tolak Adegan Cium Julia Roberts

 

4. Pimpinan Al-Azhar yang terhormat, marilah kita sedikit merenungkan masa depan dunia Islam dan umat muslim. Apakah Israel dan Amerika hanya musuh bagi Iran? Bukankah sesungguhnya kesalahan negara Islam Iran adalah karena pembelaan nyata terhadap kaum tertindas di Gaza yang mulia? Terimalah peringatan wahai saudara dari saya ini dengan serius, bahwa sikap diam dalam bencana saat ini akan memberikan dampak serius terhadap masa depan umat Islam.

 

Prof. Dr. At-Thayyib, marilah kita bergandengan tangan dan berkumpul di bawah naungan Al-Quran. Marilah kita bersatu dan, berdasarkan keadilan Al-Quran, berbicara dan bertindak melawan Zionisme yang jahat. Terlepas dari keharusan untuk menjawab pertanggungjawaban di Hari Kiamat atas ucapan dan diam kita hari ini, generasi mendatang akan menilai perkataan dan tindakan kita saat ini.

 

Wassalamu ‘ala manit taba’al huda

(Hanya keselamatan semoga tercurah bagi mereka yang mengikuti petunjuk).

 

Ayatullah Dr. Ali Abbasi

Rektor Universitas Internasional Al-Musthafa Iran

29 Ramadhan 1447 H

 

#iran #alazhar #amerika #israel #alikamenei #mesir

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: Al azhar mesir

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aturan Baru Kartu Kuning Piala Dunia FIFA 2026 Direset Dua Kali, Strategi Tim Berubah
CIA RILIS DOKUMEN MASA LALU,BUKTI MISSI DI EROPA
Dunia Tegang! Selat Hormuz Jadi Titik Panas, Konflik AS–Iran Picu Kekhawatiran Global
Piala Dunia Basket 3×3 2026 Makin Sengit, 20 Negara Siap Berebut Gelar Juara
Dunia Hadapi Tekanan Ganda: Krisis Kesehatan dan Ekonomi Global Kian Mengkhawatirkan
Politik Amerika Bergejolak, Isu Pemakzulan Trump Menguat
April Tanpa Balapan, Formula 1 Fokus Persiapan Menuju Seri Berikutnya
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:00 WIB

Aturan Baru Kartu Kuning Piala Dunia FIFA 2026 Direset Dua Kali, Strategi Tim Berubah

Rabu, 29 April 2026 - 10:51 WIB

Selasa, 28 April 2026 - 22:28 WIB

CIA RILIS DOKUMEN MASA LALU,BUKTI MISSI DI EROPA

Sabtu, 18 April 2026 - 12:41 WIB

Dunia Tegang! Selat Hormuz Jadi Titik Panas, Konflik AS–Iran Picu Kekhawatiran Global

Jumat, 17 April 2026 - 16:54 WIB

Piala Dunia Basket 3×3 2026 Makin Sengit, 20 Negara Siap Berebut Gelar Juara

Berita Terbaru