KompasReal.id Mandailing Natal – Pasar Eks Bioskop Tapanuli yang berada di pusat Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, hingga Senin (6/4/2026) belum juga berfungsi secara optimal. Pasar yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp2 miliar yang bersumber dari APBD serta dukungan pihak ketiga itu dinilai mubazir karena gagal menampung pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Kuliling.
Pengamat ekonomi Sumatera Utara yang juga warga Panyabungan, Siti Aminah Nasution, SE, menilai Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belum berhasil mengoptimalkan pemanfaatan pasar tersebut.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama DPRD seharusnya mampu memastikan pasar itu berfungsi sebagaimana tujuan awal pembangunannya, yakni menata kawasan pusat kota serta memindahkan aktivitas pedagang dari Pasar Kuliling.
“Bupati/Wakil Bupati dan 40 anggota DPRD Madina dinilai belum berhasil memfungsikan Pasar Eks Bioskop Tapanuli Panyabungan, padahal anggarannya lebih dari Rp2 miliar yang bersumber dari APBD dan pihak ketiga,” ujar Siti Aminah saat meninjau langsung lokasi pasar bersama wartawan.
Ia menjelaskan, ketika pasar tersebut diresmikan oleh Bupati Mandailing Natal H. M. Sukhairi Nasution, masyarakat Panyabungan sempat merasa bangga. Pasalnya, pembangunan pasar itu diharapkan mampu mengatasi kesemrawutan dan kekumuhan di pusat kota.
Namun harapan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah sempat ditempati, para pedagang dari Pasar Kuliling justru kembali berjualan di lokasi lama sehingga aktivitas di Pasar Eks Bioskop Tapanuli kini terlihat sepi.
“Kalau tidak percaya, silakan lihat langsung ke lokasi. Pasarnya memang ada, tetapi tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” katanya.
Siti Aminah menilai, salah satu persoalan utama terletak pada akses infrastruktur pasar yang tidak dirancang secara optimal. Saat ini pasar hanya memiliki satu akses masuk yang cukup lebar, namun tidak didukung jalur keluar yang memadai.
Menurutnya, sejak tahap perencanaan seharusnya pemerintah telah menyiapkan jalur keluar yang tembus ke kawasan SMAN 1 Panyabungan, sehingga arus lalu lintas dan mobilitas pembeli menjadi lebih lancar.
“Seharusnya dibuat jalan keluar tembus ke SMAN 1 Panyabungan. Jangan hanya mengandalkan satu akses keluar masuk dari Jembatan Aek Mata Panyabungan. Ini salah satu kelemahan dalam perencanaan pembangunan pasar tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Mandailing Natal Parlin Lubis yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (6/4/2026), hingga berita ini dikirim ke redaksi belum memberikan tanggapan. (KR11/ISK).
Penulis : Kr11
Editor : Emas
Sumber Berita: KompasReal.id












