Skandal Gadai SK Guncang Padangsidimpuan: 34 Polisi Terseret, Rp10,2 Miliar Menguap, Bank Rakyat Indonesia Disorot!”

Redaksi

- Penulis

Senin, 6 April 2026 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Padangsidimpuan |Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus gadai SK kembali mencoreng sistem pengawasan perbankan. Kali ini, praktik tersebut menyeret puluhan personel kepolisian dan diduga melibatkan akses pinjaman di Bank BRI, Senin (06/04/2026).

 

Dalam konferensi pers yang digelar di Polres Padangsidimpuan, Senin (06/04/2026), Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna mengungkap bahwa pelaku berinisial RL bersama istrinya SHL diduga menjalankan aksi penipuan sejak tahun 2021 hingga 2025.

 

Kasus ini bukan perkara kecil. Sedikitnya 34 personel Polres Padangsidimpuan disebut menjadi korban praktik tersebut, dengan total kerugian fantastis mencapai Rp10,2 miliar.

 

Dari hasil penyidikan, pelaku diduga menggunakan modus klasik namun terorganisir dengan menggadaikan SK (Surat Keputusan) anggota polisi untuk mengajukan pinjaman ke Bank BRI.

 

Kapolres menjelaskan, jumlah korban meningkat setiap tahun:

 

– 2021: 4 personel

– 2022: 8 personel

– 2023: 8 personel

– 2024: 13 personel

– 2025: 1 personel

 

“Kalau dilihat dari rentang waktu tersebut, ada empat Kapolres yang menjabat saat praktik ini berlangsung,” ungkap AKBP Wira Prayatna.

 

Yang bikin miris, sebagian korban bahkan tidak menerima gaji sama sekali karena sudah terpotong otomatis untuk membayar pinjaman yang mereka tidak pernah nikmati.

 

*Tanda Tangan Dipalsukan, Korban Terjebak*

 

Lebih lanjut, penyidik menemukan bahwa pelaku diduga memalsukan tanda tangan dalam dokumen pengajuan pinjaman.

 

Artinya, ada indikasi kuat bahwa proses verifikasi administrasi tidak berjalan maksimal. Hal ini memunculkan pertanyaan serius:

 

Bagaimana pinjaman bisa cair di Bank BRI tanpa validasi ketat terhadap dokumen dan tanda tangan?

 

Kondisi ini pun menjadi sorotan publik karena menyangkut kredibilitas sistem keamanan perbankan.

Baca Juga :  Pertamina Buka Kolaborasi dengan SPBU Swasta, Jaga Pasokan BBM Nasional

 

*Peran Istri Pelaku yang Juga Anggota DPRD*

 

Dalam menjalankan aksinya, RL tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh istrinya SHL yang diketahui merupakan anggota DPRD Kota Padangsidimpuan.

 

SHL diduga berperan aktif dalam membujuk dan meyakinkan korban agar menyerahkan SK mereka dengan iming-iming kemudahan pinjaman.

 

Sebelumnya, upaya penyelesaian melalui restorative justice atau mediasi sempat dilakukan. Namun, tidak ditemukan titik temu antara korban dan pelaku.

 

Akibatnya, kasus ini terus berlanjut hingga tahap penyidikan.

 

Saat ini, berkas perkara terhadap tersangka RL telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan segera dilimpahkan ke tahap penuntutan.

 

*Aset Disita, Penyidikan Terus Dikembangkan*

 

Penyidik Satreskrim Polres Padangsidimpuan juga telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset milik tersangka.

 

“Penyidik akan terus mendalami kasus ini sesuai dengan SOP yang berlaku,” tegas Kapolres.

 

Kasus ini menjadi alarm keras bagi dunia perbankan, khususnya Bank BRI, terkait sistem verifikasi dan pengawasan dalam proses pencairan kredit.

 

Dengan nilai kerugian mencapai miliaran rupiah dan berlangsung selama bertahun-tahun, publik wajar mempertanyakan Apakah prosedur verifikasi sudah dijalankan dengan benar?, hingga mengapa dokumen yang diduga palsu bisa lolos?.

 

Jika tidak segera dievaluasi, kasus serupa berpotensi kembali terjadi di masa depan.

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Sumber Berita: KompasReal.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KDMP Koperasi Desa Merah Putih Diperkuat Landasan Hukum, Sejalan Arahan Prabowo Subianto untuk Kemandirian Desa
Dinamika Ekonomi Global Tekan Indonesia, Pemerintah Diminta Waspada
Harga Emas Dunia Naik Lagi, Sentimen Geopolitik Dorong Lonjakan
Subsidi vs Kenaikan Harga: Dilema Pemerintah di Tengah Tekanan Anggaran dan Rakyat
Jejak Emas Perantau Minang: Enam Pengusaha Terkaya Asal Sumbar yang Menginspirasi Nusantara
ASUS Luncurkan Laptop AI Generasi Terbaru di Sumut, Dorong Transformasi Digital di Daerah”  
CPNS 2026: Pintu Karier ASN Terbuka Lebar, 5 Formasi Strategis Ini Diprediksi Jadi Rebutan Jutaan Pelamar
41% Perusahaan Berencana Kurangi Karyawan hingga 2030, PHK Dipicu Dominasi AI
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 16:08 WIB

KDMP Koperasi Desa Merah Putih Diperkuat Landasan Hukum, Sejalan Arahan Prabowo Subianto untuk Kemandirian Desa

Senin, 6 April 2026 - 20:29 WIB

Skandal Gadai SK Guncang Padangsidimpuan: 34 Polisi Terseret, Rp10,2 Miliar Menguap, Bank Rakyat Indonesia Disorot!”

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:42 WIB

Dinamika Ekonomi Global Tekan Indonesia, Pemerintah Diminta Waspada

Sabtu, 28 Maret 2026 - 06:14 WIB

Harga Emas Dunia Naik Lagi, Sentimen Geopolitik Dorong Lonjakan

Kamis, 29 Januari 2026 - 19:50 WIB

Subsidi vs Kenaikan Harga: Dilema Pemerintah di Tengah Tekanan Anggaran dan Rakyat

Berita Terbaru

Internasional

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:51 WIB