KompasReal.id, Deli Serdang ,Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution turut menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-40 Provinsi Sumatera Utara di Lapangan Astaka Pancing, Deli Serdang, pada Senin, 15 Juni 2026.
Acara yang mengusung tema Satu Irama Tilawah, Satu Tekad dalam Kolaborasi Sumut Berkah ini dibuka oleh Wakil Menteri Agama Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i dan berlangsung sampai 25 Juni 2026. MTQ tahun ini diikuti oleh 1.109 peserta dari 28 kafilah kabupaten/kota dan tiga kafilah khusus.
Sebelum membuka acara, Wamenag Romo Safi’i menyampaikan beberapa pesan penting. Antara lain, MTQ di Indonesia bukan sekadar perlombaan, tapi memiliki peran penting dalam sejarah perjalanan bangsa ini.
Dia menceritakan, MTQ pertama digelar tahun 1968. Saat itu, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sedang diuji karena baru melewati masa-masa penuh gejolak tahun 1965. Pun, kondisi global juga sedang tidak baik-baik saja, termasuk Perang Vietnam yang berkecamuk sebagai simbol pertarungan ideologi internasional.
“Persatuan bangsa pada saat itu sedang teruji, stabilitas nasional sedang dibangun kembali, dan kepercayaan masyarakat sedang dipulihkan. Dan bagaimana hadir suasana kebatinan yang mampu merekonstruksi kekuatan bangsa,” kata dia.
Di tengah situasi itu, kata Romo Syafi’i, para elite bangsa melahirkan ide menggelar MTQ nasional. Maka, tiga tahun pertama pelaksanaan acara ini memiliki peran penting dalam menyatukan kembali Indonesia.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumut Surya menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah berhasil menyelenggarakan MTQ ke-40 di provinsi ini.
“MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi merupakan sarana syiar Islam, media dakwah, wahana pembinaan umat, dan momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat,” kata Surya yang berdiri di panggung didampingi Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution.
Wagub Surya menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tapi juga dilihat dari terlahirnya masyarakat berakhlak mulia, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, dan terjadinya nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kepada seluruh peserta, kami berpesan agar mengikuti perlombaan ini dengan penuh keikhlasan, menjunjung tinggi sportivitas, menjaga adab, dan menampilkan kemampuan terbaik yang dimiliki,” pesan dia.
Sementara itu, Wabup Atika menyampaikan pesan khusus kepada kafilah dari Madina. Dia mengingatkan untuk fokus pada perlombaan sehingga bisa menampilkan kemampuan terbaik.
“Mudah-mudahan tahun ini kafilah kita dari Madina kembali ada yang berhasil juara dan menjadi perwakilan Sumut di tingkat nasional. Saya harap, anak-anak yang terpilih mewakili Madina di provinsi bisa memberikan penampilan yang maksimal,” kata dia.
Penulis : Kr03
Editor : Emas












