Tantangan Birokrasi di Meja BGN

KompasReal.id

- Editor

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Jakarta –  Di dunia militer, nama Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung adalah simbol napas panjang dan kesetiaan mutlak kepada negara.

Menghabiskan lebih dari tiga dekade hidupnya di medan operasi bersuhu panas hingga menyandang berbagai bintang kehormatan, rekam jejaknya nyaris tanpa cela.

Namun, siapa sangka, “napas panjang” sang jenderal lapangan justu harus terhenti dalam waktu relatif singkat saat mengurus persoalan gizi nasional.

Pada Selasa (2/6/2026), Presiden Prabowo Subianto resmi merombak jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Salah satu nama besar yang ikut tersapu dalam perombakan tersebut adalah Lodewyk Pusung, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan sejak Oktober 2024.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut, keputusan ini tidak diambil mendadak. Sejak 32 tahun sang veteran perang  sangat kontras antara masa dinas Lodewyk di TNI dan kiprahnya di Badan Gizi Nasional memunculkan sebuah ironi tersendiri. Pria kelahiran Manado tahun 1960 ini bukanlah sosok sembarangan.

Lulusan Akademi Militer (AKABRI) tahun 1985 ini telah kenyang makan asam garam di berbagai wilayah operasi krusial Indonesia, mulai dari Timor Timur,

Kesetiaan dan ketangguhannya diakui negara. Pada tahun 2018, ia dianugerahi Satyalancana Kesetiaan XXXII Tahun, sebuah medali yang menjadi bukti sahih pengabdian tanpa putus selama lebih dari 32 tahun di institusi militer.

Tak hanya loyal, Lodewyk juga berprestasi gemilang. Sepanjang karirnya, ia sukses menduduki posisi-posisi strategis, di antaranya:

  • Kasdam VI/Mulawarman (2014)
  • Pangdivif I Kostrad (2015)
  • Pangdam I/Bukit Barisan (2015)
  • Asops Panglima TNI (2017)

Bahkan, pada tahun 2015, ia memborong tiga bintang kehormatan sekaligus: Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, dan Bintang Yudha Dharma Nararya.

Baca Juga :  450 Prajurit Yonif 123/RW Berangkat ke Papua, Kapolres Padangsidimpuan Sampaikan Dukungan

Deretan Satyalancana lain seperti Bantala (2015) hingga Wira Nusa (2017) juga memenuhi dada seragamnya.

Meski memiliki insting tajam sebagai “otak” operasi militer (Asops) dan jenderal lapangan, tantangan birokrasi di meja BGN nyatanya menghadirkan medan tempur yang berbeda.

Tugas mengurus Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan ternyata tak semudah meracik taktik di lapangan.

Evaluasi ketat selama 1,5 tahun dari Presiden Prabowo, yang notabene sama-sama berasal dari latar belakang militer, membuktikan bahwa pangkat jenderal bintang tiga dan status veteran perang tidak menjadi jaminan posisi aman di kabinet jika target kerja tidak tercapai maksimal.

Dalam perombakan ini, Presiden Prabowo melakukan “sapu bersih” dengan mencopot seluruh pimpinan lama BGN, di antaranya:

  1. Dadan Hindayana (Kepala BGN)
  2. Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya (Wakil Kepala BGN)
  3. Mayjen/Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung (Wakil Kepala BGN)

Sebagai langkah penyegaran, Presiden langsung menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi dua wakilnya, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Pencopotan Letjen Lodewyk Pusung menjadi catatan sejarah yang unik di era pemerintahan ini.

Tiga dekade lebih ia berdiri kokoh menjaga kedaulatan negara lewat moncong senjata, namun karir birokrasinya harus tumbang di usia 1,5 tahun saat menghadapi peliknya urusan pemenuhan gizi masyarakat. (r) 

Editor : Miswar

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakasad Dampingi Wapang TNI Tinjau Program Strategis Pemerintah di Pandeglang
PENANGKAPAN DADAN HINDAYANA: PDIP INGATKAN KADER JANGAN IKUT PENGELOLAAN MBG
Distribusi Logistik Kian Menguat, Kinerja KAI Logistik Bulan April Tumbuh 11%
Satgas Yonif 123/Rajawali Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos di Kampung Wonggi
Melalui Patroli Keamanan Gabungan, Satgas Swasembada Yonif 643/Wns Koops TNI Habema Berhasil Temukan Ladang Ganja
Kasad: Lulusan Seskoad Harus Berwawasan Strategis dan Visioner
Pangdam XXIII/Palaka Wira Berikan Semangat dan Motivasi Prajurit Peserta Lomba Pencak Silat Militer Virtual Tahun 2026
Kasdam XVIII/Kasuari Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 : Perkokoh Persatuan dan Semangat Kebangsaan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:21 WIB

Tantangan Birokrasi di Meja BGN

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:59 WIB

Wakasad Dampingi Wapang TNI Tinjau Program Strategis Pemerintah di Pandeglang

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:05 WIB

PENANGKAPAN DADAN HINDAYANA: PDIP INGATKAN KADER JANGAN IKUT PENGELOLAAN MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:20 WIB

Distribusi Logistik Kian Menguat, Kinerja KAI Logistik Bulan April Tumbuh 11%

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:04 WIB

Satgas Yonif 123/Rajawali Pererat Silaturahmi dengan Warga Melalui Komsos di Kampung Wonggi

Berita Terbaru

Nasional

Tantangan Birokrasi di Meja BGN

Sabtu, 6 Jun 2026 - 15:21 WIB

Padangsidimpuan

Diduga Kebal Hukum, Dua Pengusaha Langgar Perda Kota Padangsidimpuan

Sabtu, 6 Jun 2026 - 10:46 WIB