Kompasreal.id, Juru bicara DPP Partai PDIP pusat Muhammad Guntur Romli tanggapi penangkapan eks Kepala BGN Dadan Hindayana yang diangkat mantan presiden Jokowi pada 19 Agustus 2024.Guntur Romli “Dadan dosen, ahli serangga tidak punya keahlian gizi dan pengelolaan pangan”.
Imbas penangkapan Dadan Hindayana, menimbulkan berbagai ragam komentar, khususnya partai PDIP yang menempatkan posisi sebagai penyeimbang,yang berada diluar kabinet, Guntur Romli sempat mengingatkan seluruh kader PDIP untuk tidak terlibat pengelolaan program MBG.
dia menegaskan dan mengingatkan, perihal dilarangnya kader ikut serta dalam rantai program MBG, tertuang dalam surat edaran Nomor 940/IN/DPP/II/2026, yang ditanda tangani Hasto Kristi yanto selaku Sekjen PDIP.
Berbanding terbalik, PDIP menginstruksikan kadernya lebih mengutamakan pengawasan dan pengawalan pada program yang menggunakan APBN tersebut. PDIP menekankan pengawasan agar program tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan.
Guntur Romli ” Dadan Hindayana dilantik Jokowi, dipecat Prabowo, ditangkap kejagung”. PDIP menegaskan posisinya sebagai Mitra kritis pemerintah, untuk mengoreksi program dan kebijakan pemerintah tetap sesuai dengan amanat UUD 1945.
sejatinya setiap individu dan kelompok memiliki perbedaan pemikiran, perbedaan jadi instrumen mengoreksi kekurangan, selama pemikiran dan kritik berada dalam koridor untuk kepentingan rakyat. Sangat layak untuk diberi perhatian. (Kr 07)
Penulis : Kr07
Editor : Emas













