Pemegang SPPG Datangi BGN Pusat, Pertanyakan Apakah SPPG Akan Berbasis Kantin Sekolah

Redaksi

- Editor

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Jakarta – Sejumlah pemegang dan calon pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan mulai mendatangi kantor pusat Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta kejelasan terkait arah kebijakan terbaru pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya mengenai isu penerapan sistem SPPG berbasis kantin sekolah.

Para pemegang SPPG mengaku membutuhkan kepastian karena selama ini konsep yang dijalankan adalah SPPG sebagai dapur produksi dan distribusi makanan bergizi yang melayani sejumlah sekolah dalam satu wilayah. Mereka khawatir perubahan skema akan berdampak pada investasi, infrastruktur, dan tenaga kerja yang telah dipersiapkan.

Dalam berbagai pedoman yang selama ini digunakan, SPPG memang dikenal sebagai unit dapur operasional yang bertugas menyiapkan, mengolah, dan mendistribusikan makanan bergizi kepada penerima manfaat, termasuk peserta didik, balita, serta ibu hamil dan menyusui.

Sejumlah pengelola berharap BGN segera mengeluarkan petunjuk teknis resmi agar tidak terjadi perbedaan penafsiran di daerah. Mereka menilai kepastian regulasi sangat penting mengingat banyak mitra telah mengajukan lokasi, membangun fasilitas, hingga memenuhi persyaratan operasional yang ditetapkan pemerintah.

Hingga saat ini, belum terdapat pengumuman resmi dari BGN yang menyatakan bahwa seluruh SPPG akan diubah menjadi sistem berbasis kantin sekolah. Namun dalam persyaratan mitra BGN disebutkan bahwa salah satu jenis SPPG dapat berupa dapur yang berada di lingkungan sekolah atau pesantren, sehingga berbagai interpretasi di lapangan mulai muncul.

Mitra BGN

Para pemegang SPPG kini menunggu penjelasan resmi dari BGN agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai standar nasional dan tidak menimbulkan ketidakpastian bagi mitra yang telah berinvestasi dalam program tersebut.

 

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Jawab Aksi Mahasiswa, Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik
GMRI Siapkan Konsultasi Terbuka dan Anjangsana Spiritual ke Pasir Tekek
Prabowo Lantik Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional dan Penasihat Khusus Presiden
MENTAN AMRAN LAPORKAN 300 PERUSAHAAN SAWIT YANG MENEKAN HARGA SAWIT KE POLRI
Isu Pembatasan Pertalite Viral, Pertamina Tegaskan Belum Ada Larangan untuk Mobil di Atas 1.400 CC
Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Dimulai, Ribuan Jamaah Kembali ke Tanah Air
Tim Pemburu Begal Polda Metro Jaya Ringkus 173 Pelaku Kejahatan Jalanan
Almira ADS Membawa Wastra Nusantara di Panggung Kehormatan, Sorotan di Penutupan PERSIT BISA Vol. II
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WIB

Istana Jawab Aksi Mahasiswa, Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:19 WIB

GMRI Siapkan Konsultasi Terbuka dan Anjangsana Spiritual ke Pasir Tekek

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:15 WIB

Prabowo Lantik Pimpinan Baru Badan Gizi Nasional dan Penasihat Khusus Presiden

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:10 WIB

Pemegang SPPG Datangi BGN Pusat, Pertanyakan Apakah SPPG Akan Berbasis Kantin Sekolah

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:56 WIB

MENTAN AMRAN LAPORKAN 300 PERUSAHAAN SAWIT YANG MENEKAN HARGA SAWIT KE POLRI

Berita Terbaru