KompasReal.id, Korban Jiwa Terus Bertambah
Gelombang panas ekstrem kembali melanda sejumlah negara di Eropa pada akhir Juni hingga awal Juli 2026. Suhu di beberapa wilayah seperti Spanyol, Prancis, Jerman, Italia, dan Rumania menembus 40 derajat Celsius, bahkan memecahkan rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni di sejumlah daerah. Otoritas setempat mengeluarkan peringatan darurat dan meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan.
Di Spanyol, pemerintah melaporkan lebih dari 1.000 kematian berlebih (excess deaths) selama Juni yang dikaitkan dengan cuaca panas ekstrem. Mayoritas korban merupakan lansia dan kelompok rentan yang mengalami gangguan kesehatan akibat suhu tinggi yang berlangsung selama beberapa hari berturut-turut.
Sementara itu di Prancis, otoritas kesehatan juga mencatat sekitar 1.000 kematian berlebih selama gelombang panas. Rumah sakit mengalami peningkatan pasien akibat dehidrasi, serangan panas (heatstroke), dan gangguan pernapasan. Pemerintah menerapkan berbagai langkah darurat, termasuk pembatasan aktivitas luar ruangan di sejumlah wilayah.
Kondisi cuaca ekstrem turut memicu gangguan di berbagai sektor. Sekolah ditutup di beberapa negara, layanan transportasi terganggu, risiko kebakaran hutan meningkat, dan pembangkit listrik di sejumlah wilayah harus mengurangi produksi akibat tingginya suhu air sungai yang digunakan sebagai pendingin.
Para ilmuwan menjelaskan bahwa gelombang panas berkepanjangan ini dipengaruhi oleh pola atmosfer yang dikenal sebagai Omega Block, yaitu sistem tekanan tinggi yang menjebak udara panas di atas Eropa selama berhari-hari. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan intensitas gelombang panas seperti ini, sehingga negara-negara Eropa perlu memperkuat sistem mitigasi dan perlindungan masyarakat dari cuaca ekstrem.
Penulis : Kr03
Editor : Emas












