Kompasreal.id. Mandailing Natal – Arus lalu lintas di Jalan Provinsi kawasan Desa Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal, mengalami kemacetan parah hingga sekitar satu kilometer dari dua arah, Rabu (26/8/2026).
Kemacetan tersebut diduga dipicu oleh penumpukan material proyek perbaikan jalan yang berada di badan jalan. Kondisi semakin parah setelah satu unit truk Fuso bernomor polisi BA 8868 BU mengalami mogok tepat di jalur lintasan.
Pantauan di lokasi, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular dari kedua arah. Sempitnya ruang jalan akibat material proyek dan keberadaan truk yang mogok membuat kendaraan kesulitan melintas.
Situasi tersebut juga diperparah dengan tidak terlihatnya pengemudi truk di lokasi saat kemacetan terjadi. Akibatnya, arus lalu lintas nyaris lumpuh dan aktivitas masyarakat pengguna jalan ikut terganggu.
Penempatan material proyek di badan jalan tanpa pengaturan lalu lintas yang memadai menuai sorotan dari pengguna jalan. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, terutama ketika volume kendaraan meningkat.
Proyek perbaikan jalan yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat justru menimbulkan gangguan serius apabila tidak diiringi dengan manajemen lalu lintas dan pengamanan area pekerjaan yang baik.
Masyarakat berharap pihak kontraktor maupun instansi terkait, khususnya dinas yang menangani pekerjaan jalan provinsi, segera melakukan penataan material dan memastikan adanya petugas pengatur lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
Di tengah kemacetan tersebut, respons cepat justru terlihat dari aparat teritorial bersama masyarakat. Serma P. Siregar, anggota Koramil 13, turun langsung ke jalan untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan.
Bersama warga setempat, ia mengatur kendaraan secara bergantian agar arus lalu lintas tetap dapat bergerak meskipun dalam kondisi terbatas.
Dengan peralatan seadanya, upaya tersebut sedikit membantu mencegah kemacetan semakin parah. Namun, antrean kendaraan masih terlihat mengular hingga sekitar satu kilometer.
Masyarakat dan pengguna jalan mendesak agar truk Fuso segera dievakuasi serta material proyek yang berada di badan jalan segera dirapikan, sehingga akses transportasi di kawasan Panyabungan Utara dapat kembali normal.
Selain itu, pengelola proyek diharapkan meningkatkan pengawasan dan manajemen lalu lintas selama pekerjaan berlangsung agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu masyarakat. (KR11)
Penulis : KR11
Editor : Paruhum












