Morgan Stanley: Pengangguran Indonesia Terbanyak di Asia, Cek Data Resmi BPS 2025

Redaksi

- Editor

Rabu, 8 Oktober 2025 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Jakarta – Lembaga keuangangan global Morgan Stanley melaporkan angka pengangguran muda di Indonesia tertinggi di Asia pada tahun 2025 ini. Benarkah jumlah pengangguran Indonesia paling banyak di Asia?

Laporan terbaru Morgan Stanley mengungkapkan tingkat pengangguran muda di Asia meningkat tajam dan menjadi tantangan serius bagi sejumlah negara besar seperti China, India, dan Indonesia.

Dalam laporan bertajuk Asia Faces Rising Youth Unemployment Challenge, lembaga keuangan global itu mencatat tingkat pengangguran usia 15–24 tahun di Indonesia mencapai 17,3%, salah satu yang tertinggi di kawasan.

Menurut Morgan Stanley, pengangguran muda di Asia kini 2–3 kali lebih tinggi dibanding tingkat pengangguran umum yang berkisar 2–7%. “Dengan tingkat pengangguran pemuda sebesar 17,3%, Indonesia memiliki tingkat pengangguran pemuda yang sangat tinggi dibandingkan dengan ekonomi Asia lainnya,” tulis Morgan Stanley dalam laporannya, Selasa (7/10/2025).

Situasi ini memburuk akibat perlambatan ekonomi, ketidakpastian investasi, serta dampak jangka menengah dari otomasi dan kecerdasan buatan (AI) yang mengancam penciptaan lapangan kerja baru.

Dalam konteks Indonesia, Morgan Stanley menyoroti tingginya tingkat setengah pengangguran. Sebanyak 59% pekerjaan baru dalam satu dekade terakhir berada di sektor informal, dan sebagian besar pekerja menerima upah di bawah upah minimum.

Riset tersebut menilai akar masalahnya adalah rendahnya investasi. Rasio investasi terhadap PDB Indonesia saat ini hanya 29%, turun dari 32% sebelum pandemi, dan berpotensi menekan penciptaan lapangan kerja baru dalam jangka panjang.

“Latar belakang saat ini yang ditandai dengan sentimen korporasi yang lemah di tengah ketidakpastian kebijakan domestik menyarankan bahwa siklus belanja modal akan tetap lemah untuk waktu yang lebih lama, yang akan (KR/kn)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Branch Office Veteran Perkuat Sinergi dengan DJTPD Komdigi melalui Sosialisasi Layanan
Prabowo dan PM Modi Tegaskan Ikatan Peradaban Indonesia-India di Candi Prambanan
Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat, Akulaku Finance Raih Penghargaan di Cita Loka Fest 2026
Ikatan Indonesia–India yang Tak Terpisahkan
BRI Selenggarakan Program CX 100 Bagi Nasabah Pensiunan di BO Otista
Rayakan Semangat FIFA World Cup 2026™, Hisense Hadirkan Teknologi Canggih di Jakarta Fair 2026
Grup MIND ID Salurkan 1.735 Hewan Kurban Dari Sumatra hingga Papua
Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Produktivitas Karet, PTPN I Fokus Benahi Kebun Padang Pelawi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 05:25 WIB

BRI Branch Office Veteran Perkuat Sinergi dengan DJTPD Komdigi melalui Sosialisasi Layanan

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:22 WIB

Prabowo dan PM Modi Tegaskan Ikatan Peradaban Indonesia-India di Candi Prambanan

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:22 WIB

Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat, Akulaku Finance Raih Penghargaan di Cita Loka Fest 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:35 WIB

Ikatan Indonesia–India yang Tak Terpisahkan

Senin, 6 Juli 2026 - 17:46 WIB

BRI Selenggarakan Program CX 100 Bagi Nasabah Pensiunan di BO Otista

Berita Terbaru