Ratusan Hektar Sawah Kekeringan Akibat Irigasi Jebol, Paluta Terancam Krisis Pangan

KompasReal.id

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Padang Lawas Utara – Ratusan hektar sawah di Kecamatan Padang Bolak dan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), kini kering kerontang dan terancam gagal panen. Kondisi ini menyusul jebolnya talang bendungan irigasi di Desa Gunungtua Baru sejak Mei 2025. Hingga Kamis, 23 Oktober 2025, perbaikan tak kunjung dilakukan, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan petani yang juga terancam gagal tanam.

Kerusakan parah pada talang air dan bangunan pendukung irigasi Batang Ilung ini telah menyebabkan lima desa kehilangan pasokan air untuk sekitar 750 hektar lahan pertanian. Kondisi ini sangat memukul petani yang menggantungkan hidupnya pada jaringan irigasi tersebut.

Staf Teknis UPT PUPR Sumatera II, Hendri dan Muhammad Siddik, menyatakan pihaknya hanya bisa turun ke lokasi jika mendapat arahan resmi dari pimpinan, dalam hal ini Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) di Medan. Mereka menyarankan agar Bupati Paluta segera mengirim surat ke Kementerian PUPR dan BWS di Medan agar perbaikan bisa segera diproses.

Masyarakat dan tokoh setempat, termasuk Tongku Fauzan Siregar, menyoroti lambannya penanganan. “Pemda sudah meninjau lokasi, tapi belum ada perbaikan. Petani makin sengsara, sementara BWS juga belum ada tindakan sama sekali!” serunya. Gumuru Dasopang menambahkan, “Kalau terus dibiarkan, bukan hanya sawah yang rusak, tapi ekonomi warga ikut terdampak.”

Publik mempertanyakan laporan resmi Satker Operasi Pemeliharaan BWS Sumatera II di Paluta ke Provinsi serta kemana anggaran pemeliharaan yang seharusnya bisa digunakan untuk perbaikan darurat. Kritik pedas mengalir, menuding anggaran pemeliharaan ada tetapi tidak dikelola dengan baik, menjadikan warga dan petani korban dari kelalaian ini.

Wakil Bupati Paluta, Basri Harahap, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II untuk segera menindaklanjuti kerusakan berat ini. “Demi mendukung program ketahanan pangan nasional dari Bapak Presiden, kita sangat mengharapkan agar Kementerian PUPR atau BBWS Sumatera II segera menangani kerusakan talang air irigasi Batang Ilung,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Puluhan Tahun PT Hexasetia Sawita di Paluta Beroperasi Tanpa HGU

Menurut laporan lapangan, pintu penguras dan talang air mengalami kerusakan struktural serius akibat usia konstruksi yang sudah tua serta tekanan aliran air yang tinggi. Sedimentasi juga memperburuk fungsi saluran induk, menyebabkan air tidak dapat dialirkan secara optimal.

Wabup Basri menambahkan, jika irigasi tidak segera diperbaiki, petani berpotensi kehilangan dua musim tanam. “Dampaknya bukan hanya pada produksi beras daerah, tapi juga kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Pemkab Paluta telah mengusulkan penanganan darurat sembari menunggu proses rehabilitasi permanen.

Kades Gunung Tua Baru, Adi Putra Harahap, turut menyampaikan harapannya. “Air sudah tak sampai ke sawah. Kalau begini terus, kami tidak bisa tanam padi tahun ini,” pungkasnya.

Masyarakat mendesak BWS Medan, dinas terkait, Pemprov Sumut melalui PSDA, dan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR segera turun tangan. Pemkab Paluta juga diminta cepat berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan mendorong DPRD Provinsi Dapil Tabagsel untuk mendesak pihak terkait agar mempercepat perbaikan. Petani menuntut tindakan nyata, bukan janji di atas kertas, agar sawah kembali produktif dan mereka bisa bernapas lega. (Tim)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN
Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran
Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon
Kapolres Batang Sidak Pos Pelayanan SIM, Tegaskan Larangan Pungli dan Penguatan Integritas
Mimbar Jumat Masjid Jami’ Ahlussunnah Wal Jamaah Bincar, Padangsidimpuan Jumat, 6 Februari 2026
Dari Cik Cik Bum Bum ke Jalan Alus: Kisah Fadia Arafiq Membuktikan Diri di Kursi Bupati
Gempa Hari Ini Guncang Binjai Sumut, Cek Kekuatan Magnitudonya! 
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:38 WIB

MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:10 WIB

Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:33 WIB

Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:07 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:16 WIB

Kapolres Batang Sidak Pos Pelayanan SIM, Tegaskan Larangan Pungli dan Penguatan Integritas

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB