Kronologi Penggrebekan KK PARK: Militer Myanmar Sita Pusat Penipuan Daring Terbesar, Lebih Dari 2.000 Orang Diamankan

Redaksi

- Penulis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com – Militer Myanmar melancarkan operasi besar-besaran untuk menumpas jaringan kejahatan siber lintas negara di KK Park, sebuah kompleks penipuan daring terbesar yang terletak di dekat perbatasan Thailand, wilayah Myawaddy, Negara Bagian Kayin.

​Berikut kronologi dan detail penting dari operasi yang berlangsung sejak awal September 2025:

1. Awal Operasi (Sejak Awal September 2025)

  • ​Militer Myanmar memulai operasi penyisiran setelah menerima laporan intelijen tentang aktivitas mencurigakan di kawasan perbatasan Myawaddy.
  • ​Operasi ini adalah bagian dari upaya sistematis untuk menumpas jaringan penipuan daring internasional yang menipu ribuan korban di seluruh dunia.
  • ​Penggerebekan ini juga dilakukan di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap jaringan kejahatan siber di Asia Tenggara, menyusul sanksi yang dijatuhkan AS dan Inggris terhadap pelaku kejahatan siber di Kamboja.

2. Pelaksanaan Penggerebekan dan Temuan

  • ​Operasi berlangsung berhari-hari. Pasukan militer dan kepolisian menyisir kompleks KK Park, yang selama ini dikenal sebagai markas besar jaringan kejahatan daring.
  • Modus Operandi: KK Park menjalankan berbagai jenis penipuan, seperti romansa palsu (love scam), investasi fiktif, dan manipulasi perdagangan kripto.
  • Korban: Sebagian besar pekerja di kompleks adalah korban perdagangan manusia, direkrut dari luar negeri dengan janji pekerjaan bergaji tinggi, namun kemudian disandera, disiksa, dan dipaksa melakukan penipuan.
  • Temuan Barang Bukti:
    • ​Lebih dari 260 bangunan yang tidak terdaftar ditemukan.
    • ​Ratusan komputer, perangkat komunikasi, dan dokumen keuangan disita.
    • ​Sebanyak 30 terminal internet satelit Starlink disita, meskipun layanan tersebut tidak berizin di Myanmar.

3. Hasil Operasi: Penangkapan dan Pemblokiran Starlink

  • Penangkapan: Operasi berujung pada penangkapan lebih dari 2.000 orang dari dalam kawasan tersebut.
  • Pemblokiran Starlink: Setelah temuan ini, SpaceX (pemilik layanan Starlink) secara proaktif memutus layanan terhadap lebih dari 2.500 perangkat Starlink yang digunakan di sekitar lokasi pusat penipuan tersebut di Myanmar.
Baca Juga :  Trump Janji Netanyahu Tak Akan Serang Qatar Lagi, Begini Respon Negara Arab

4. Implikasi dan Reaksi

  • Tuduhan terhadap Kelompok Etnis: Juru bicara junta militer Myanmar, Mayor Jenderal Zaw Min Tun, menuduh para pemimpin Serikat Nasional Karen (KNU) terlibat dalam pengelolaan KK Park.
  • Bantahan: Kelompok etnis Karen membantah keras tuduhan tersebut, menyatakan tidak terlibat dalam aktivitas kriminal, dan menuding junta berusaha mengalihkan perhatian dari kegagalan pemerintahannya.
  • Dampak Lintas Batas: Penggerebekan ini menambah daftar panjang operasi lintas batas terhadap jaringan kejahatan daring di Asia Tenggara, yang sebelumnya juga pernah dilakukan melalui kerja sama dengan Thailand dan China, yang dipicu oleh tekanan diplomatik Beijing setelah banyak warga negaranya menjadi korban penyekapan di Myanmar.

​Laporan PBB dan lembaga HAM sebelumnya telah menyoroti skala perdagangan manusia dan eksploitasi digital di kompleks-kompleks seperti KK Park, Shwe Kokko, dan Golden Triangle, menjadikan Myanmar kini sebagai sorotan global terkait isu tersebut. (KR/cnbc)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Idul Fitri Dunia 2026 Diwarnai Konflik Timur Tengah, Umat Rayakan Lebaran di Tengah Duka
Pesan Ayatullah Abbasi, Rektor Universitas Internasional Al-Mustafa‌ Iran, kepada Syaikh Al-Azhar Mesir
Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —
Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 
Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik
Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi
Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik
Trump Tertekan, Iran Unggul di Perang Politik
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 10:45 WIB

Idul Fitri Dunia 2026 Diwarnai Konflik Timur Tengah, Umat Rayakan Lebaran di Tengah Duka

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:02 WIB

Pesan Ayatullah Abbasi, Rektor Universitas Internasional Al-Mustafa‌ Iran, kepada Syaikh Al-Azhar Mesir

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:27 WIB

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —

Senin, 9 Maret 2026 - 00:52 WIB

Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:25 WIB

Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik

Berita Terbaru