KompasReal.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto terjalin akrab.
Pernyataan ini disampaikan Megawati saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam seminar internasional memperingati 70 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Perpustakaan Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, pada Minggu (2/11/2025).
”Eh jangan dipikir loh, Mas, nanti jadi ruang ini, Ibu Mega ini ngituin Pak Bowo, nggak. Saya sama Mas Bowo itu akrab, tahu ndak? Jangan Anda coba-coba,” ujar Megawati, menekankan agar publik tidak menganggap hubungannya dengan Presiden Prabowo merenggang.
Komunikasi Periodik Demi Kepentingan Bangsa
Menyusul pernyataan tersebut, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto turut memperkuat penegasan itu. Ia menyatakan bahwa hubungan baik Megawati dan Prabowo masih terjalin, bahkan dilakukan komunikasi periodik demi kepentingan bangsa dan negara.
”Hubungan baik sejarah mencatat bagaimana persahabatan antara Ibu Mega dan Presiden Prabowo. Hubungan itu terus akan berjalan dengan baik bagi kepentingan bangsa dan negara,” kata Hasto.
Ia menambahkan, dialog antar-pemimpin ini penting, terutama dalam upaya membangun kepemimpinan Indonesia di mata dunia dan menyelesaikan persoalan di dalam negeri.
Peringatan 70 Tahun KAA di Blitar
Seminar internasional yang menjadi lokasi penyampaian pernyataan tersebut mengusung tema “Bung Karno in a Global History: Commemorative Seminar of the 70th Anniversary of the 1955 Bandung Asian-African Conference.”
Sebelum acara seminar dimulai, para delegasi dari berbagai negara di Asia dan Afrika yang hadir telah berziarah ke makam Presiden pertama RI, Sukarno, untuk berdoa dan menabur bunga. Setelah itu, mereka mengunjungi Perpustakaan Bung Karno untuk melihat sejarah perjalanan hidup sang proklamator.
Megawati sendiri diketahui tiba di Blitar pada Jumat (31/10/2025) untuk menghadiri rangkaian kegiatan tersebut. (KR/cnbc)












