Ada Apa dengan Hutan Tapanuli? Talkshow Soroti Krisis Ekologis dan Panggilan Kolaborasi Lintas Sektor Pasca Bencana

KompasReal.id

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Padangsidimpuan — Pusat Koordinasi Nasional (PKN) dan Pusat Koordinasi Daerah (PKD) MAPALA Perguruan Tinggi Se-Indonesia menggelar talkshow bertajuk “Ada Apa dengan Hutan Tapanuli?”.

Kegiatan ini merupakan bentuk refleksi dan langkah nyata MAPALA se-Indonesia menyikapi bencana banjir dan longsor yang melanda Pulau Sumatera, khususnya wilayah Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Digelar di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), acara dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain unsur pemerintah daerah, lembaga teknis kehutanan dan kebencanaan, akademisi, serta mahasiswa pecinta alam dari berbagai daerah di Indonesia.

Narasumber yang hadir berasal dari BKSDA Wilayah III Padangsidimpuan, UPT KPH X Padangsidimpuan, BPBD Tapanuli Selatan, Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Selatan, dan Tim Survey MAPALA Se-Indonesia.

Diskusi yang berlangsung dinamis menyoroti kondisi terkini Hutan Tapanuli, yang mengalami tekanan serius akibat deforestasi, alih fungsi lahan, dan lemahnya pengawasan kawasan hutan.

Tim Survey MAPALA Se-Indonesia menyampaikan data hasil survei mengenai jumlah titik longsor, pembukaan lahan, penyebab banjir, akumulasi kayu di hulu sungai, serta hasil diskusi dengan masyarakat setempat.

Mereka juga mengangkat permasalahan lambatnya penanganan darurat bencana dan kurangnya akses terhadap jalan serta listrik yang belum optimal hingga saat ini.

Perwakilan BKSDA Wilayah III Padangsidimpuan menjelaskan bahwa Hutan Tapanuli merupakan kawasan strategis dengan keanekaragaman hayati tinggi, termasuk sebagai habitat Orangutan Tapanuli yang sangat terancam punah.

Pihaknya menyampaikan langkah awal identifikasi masalah sekaligus mengakui keterbatasan anggaran dan personil, serta menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan organisasi mahasiswa dalam menjaga kawasan konservasi dari aktivitas ilegal.

Sementara itu, UPT KPH X Padangsidimpuan menyoroti persoalan tata kelola hutan produksi dan lindung. Tekanan terhadap hutan sebagian besar berasal dari praktik pembukaan lahan, sehingga pihaknya mendorong penguatan pengawasan berbasis masyarakat dan edukasi ekologis masif, khususnya bagi generasi muda, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan personil.

Baca Juga :  Silaturahmi Ramadhan Pemko Padangsidimpuan dengan Pers, Fokus Peningkatan Kompetensi Wartawan

Dari sisi kebencanaan, BPBD Tapanuli Selatan menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak cukup hanya dengan penanganan darurat. Perlunya sosialisasi ancaman bahaya untuk membangun desa tangguh bencana, sistem peringatan dini, serta upaya pra-bencana (pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan) dan pasca-bencana (rehabilitasi, rekonstruksi) untuk mengurangi risiko dan memulihkan kondisi.

Pihaknya juga mengakui keterbatasan anggaran dan personil, sehingga mendorong kolaborasi dengan dunia usaha, mahasiswa, TNI, dan Polri.

Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Selatan menyampaikan upaya yang dilakukan, antara lain pemanfaatan kayu untuk huntara/hubtap, pengelolaan sampah, reboisasi, penghijauan, serta pemberantasan penebangan liar.

Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran dan personil, pihaknya menegaskan pentingnya sistem informasi serta mendorong keterlibatan aktif MAPALA, pencinta alam, dan LSM dalam pengawasan lingkungan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Sesi tanya jawab diwarnai pertanyaan kritis dari peserta, terutama mahasiswa pecinta alam, terkait akses data ke KPH X, konflik dengan Orangutan Tapanuli ke BKSDA Wilayah III, rekonstruksi pasca-bencana ke BPBD Tapanuli Selatan, serta peran pemerintah terhadap tambang ilegal.

Peserta menegaskan bahwa bencana ekologis bukan semata bencana alam, melainkan akibat dari krisis tata kelola lingkungan.

Menutup kegiatan, PKN dan PKD MAPALA Perguruan Tinggi Se-Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu Hutan Tapanuli melalui advokasi, edukasi, dan aksi lapangan, serta mengawasi penanganan keterbatasan anggaran dan personil dari berbagai lembaga terkait.

Mereka juga menyampaikan bantuan kemanusiaan berupa pembangunan musholla MAPALA Se-Indonesia di Desa Tolang Julu, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

Koordinator Lapangan sekaligus PKD SUMUT David Pangaribuan menyampaikan harapan bahwa talkshow ini dapat menjadi ruang konsolidasi lintas sektor serta pemantik kesadaran kolektif bahwa penyelamatan Hutan Tapanuli adalah tanggung jawab bersama. (KR01)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjelang Lebaran, Kota Padang Sidimpuan Dipadati Pembeli dari Dalam dan Luar Kota
Toko Serba Rp35 Ribu Diserbu Warga Padangsidimpuan Jelang Lebaran, Warga Bersyukur Atas Keberadaannya
Silaturahmi Ramadhan Pemko Padangsidimpuan dengan Pers, Fokus Peningkatan Kompetensi Wartawan
Roti Berjamur Viral di MBG, BGN Bekukan SPPG Padangmatinggi Lestari
MBG PROGRAM PRIORITAS PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO DINILAI UBAH ANAK-ANAK JADI LEBIH SEHAT, MENINGKATKAN EKONOMI DAN MEMBUKA LOWONGAN KERJA
Diduga Pungli Honorer, Oknum KTU UPTD Masjid Agung Al Abror Padangsidimpuan Dipolisikan
KompasReal.id Ucapkan Selamat, Sekda Baru Diharap Percepat Pelayanan Publik di Padangsidimpuan
Kapolres Padangsidimpuan Gelar Silaturahmi Buka Puasa, Tokoh Adat Apresiasi Program Responsif Kamtibmas
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:29 WIB

Menjelang Lebaran, Kota Padang Sidimpuan Dipadati Pembeli dari Dalam dan Luar Kota

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:11 WIB

Toko Serba Rp35 Ribu Diserbu Warga Padangsidimpuan Jelang Lebaran, Warga Bersyukur Atas Keberadaannya

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:00 WIB

Silaturahmi Ramadhan Pemko Padangsidimpuan dengan Pers, Fokus Peningkatan Kompetensi Wartawan

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:50 WIB

Roti Berjamur Viral di MBG, BGN Bekukan SPPG Padangmatinggi Lestari

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:27 WIB

MBG PROGRAM PRIORITAS PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO DINILAI UBAH ANAK-ANAK JADI LEBIH SEHAT, MENINGKATKAN EKONOMI DAN MEMBUKA LOWONGAN KERJA

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB