Arab Saudi Terapkan Aturan Kesehatan Haji 2026 yang Jauh Lebih Ketat

Redaksi

- Penulis

Senin, 13 Oktober 2025 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Riyadh – Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan regulasi kesehatan baru yang jauh lebih ketat untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 (1447 H). Kebijakan ini mewajibkan pemeriksaan medis komprehensif dan sertifikasi vaksinasi ketat bagi semua calon jemaah, dengan tujuan utama menjaga keselamatan jutaan jemaah dari berbagai negara.

​Kementerian Kesehatan Arab Saudi melalui edaran resminya menyatakan bahwa pemeriksaan kesehatan kini menjadi syarat mutlak dan akan diverifikasi ulang di seluruh pintu masuk ke Arab Saudi. Jemaah yang gagal memenuhi standar kesehatan, memalsukan dokumen, atau memiliki penyakit yang didiskualifikasi akan dilarang masuk, dikarantina, atau dipulangkan.

​”Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran karena keselamatan publik adalah prioritas utama,” tegas keterangan resmi Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

​Daftar Penyakit yang Didiskualifikasi

​Pemerintah Saudi secara eksplisit menetapkan kondisi medis yang secara otomatis mendiskualifikasi calon jemaah, antara lain:

  • Gagal Organ Berat: Gagal jantung, paru, hati, atau ginjal stadium akhir.
  • Penyakit Kronis Lanjut: Penyakit kronis (seperti diabetes atau hipertensi) yang sudah berada di stadium lanjut dan sulit dikendalikan.
  • Kanker Aktif: Pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi.
  • Kondisi Kejiwaan Berat: Demensia dan gangguan kejiwaan berat.
  • Penyakit Menular Aktif: Tuberkulosis (TBC) aktif dan demam berdarah hemoragik.
  • Kehamilan Berisiko Tinggi.

Aturan Wajib Vaksinasi yang Diperketat

​Vaksinasi menjadi komponen sentral dalam regulasi baru ini, dilengkapi dengan sistem digital untuk melacak keaslian sertifikat:

  • COVID-19: Dosis terakhir harus diterima antara tahun 2021–2025, minimal dua minggu sebelum keberangkatan.
  • Meningitis ACWY: Harus diterima tidak lebih dari 5 tahun dan tidak kurang dari 10 hari sebelum tiba di Saudi.
  • Polio & Yellow Fever: Wajib bagi jemaah dari negara endemik (misalnya Nigeria dan Afrika Barat), dibuktikan dengan Yellow Card internasional.
Baca Juga :  Karyawan "Disekap" 51 Hari di Padangsidimpuan, Hilang Hak Pilih di Pilkada 2024

Kebijakan ini diambil sejalan dengan standar kesehatan global untuk mencegah risiko penularan penyakit di acara keagamaan terbesar dunia yang melibatkan jutaan orang dari lebih dari 160 negara. Calon jemaah di Indonesia dan negara pengirim besar lainnya diimbau segera mempersiapkan dokumen medis dan vaksinasi sesuai ketentuan baru ini. (KR/ho)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Ayatullah Abbasi, Rektor Universitas Internasional Al-Mustafa‌ Iran, kepada Syaikh Al-Azhar Mesir
Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —
Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 
Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik
Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi
Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik
Trump Tertekan, Iran Unggul di Perang Politik
Mehdi Taremi Siap Tinggalkan Olympiacos, Kembali ke Iran Demi Membela Negara
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:27 WIB

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —

Senin, 9 Maret 2026 - 00:52 WIB

Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:25 WIB

Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:29 WIB

Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:00 WIB

Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Rico Waas Dorong PHRI Sumut Perkuat Daya Saing Pariwisata Daerah

Minggu, 22 Mar 2026 - 15:44 WIB